Breaking News:

Kerap Merusak Lahan Pertanian, Warga Kuningan Berhasil Tangkap Babi Hutan

hama babi hutan di daerahnya sering mengganggu lahan pertanian. Termasuk tanaman Porang yang memiliki nilai ekonomi tinggi saat panen.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa
Kerap merusak pertanian dan perkebunan milik warga, seekor babi hutan ditangkap di Pasiragung Kecamatan Hantara Kuningan Jawa Barat 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sejumlah warga Desa Pasiragung, Kecamatan Hantara, Kuningan Jawa Barat berhasil menangkap babi hutan.

Hal itu diketahui setelah binatang tersebut merusak lahan pertanian desa setempat.

"Terlepas dengan kerusakan lahan pertanian disini, kami tangkap babi hutan sebagai hiburan rakyat juga," kata Kepala Dusun Porang, Nesa Ruhyana kepada TribunCirebon.com, Jum'at (9/7/2021).

Ayip menjelaskan, hama babi hutan di daerahnya sering mengganggu lahan pertanian. Termasuk tanaman Porang yang memiliki nilai ekonomi tinggi saat panen tiba. 

"Ya dasarnya kami memburu hama babi itu karena telah merusak tenaman. Kemudian cara berburu macem-macem, ada menggunakan perangkap atau porog dan ada juga dengan menggunakan anjing yang biasa untuk berburu," katanya.

Baca juga: Heboh, Bukan Babi Ngepet Tapi Babi Hutan Masuk ke Permukiman Warga si Cianjur, Diduga Kelaparan

Kerap merusak pertanian dan perkebunan milik warga, seekor babi hutan ditangkap di Pasiragung Kecamatan Hantara Kuningan Jawa Barat
Kerap merusak pertanian dan perkebunan milik warga, seekor babi hutan ditangkap di Pasiragung Kecamatan Hantara Kuningan Jawa Barat (Istimewa)

Memasuki musim pancaroba di sektor pertanian memang alami perubahan. Sehingga tidak sedikit gangguan beragam hama binatang datang serta menyerang tanaman warga di sini.

"Serangan hama babi hutan selain ke tanaman, juga pada kenyamanan warga sekitar. Sebab, saat babi lapar itu masuk perkampungan untuk mencari makan dan tak mengenal waktu," ungkap Ayip lagi.

Dalam usaha perburuan hama babi, kata Ayip mengaku tidak banyak mendapat bintang tersebut.

"Sejak dua Minggu kemarin sudah ada empat babi dengan ukuran mulai 20 hingga 100 kg, berhasil di tangkap warga," katanya.

Dari hasil penangkapan babi hutan tersebut, kata Ayip mengaku bahwa babi hidup atau mati hasil buruan itu diperjualbelikan.

"Untuk hasilnya jual babi hasil buruan, itu akan kembali kepada warga. Terutama mereka yang ikut berburu," katanya. (*)

Baca juga: Babi Hutan Alias Bagong Berukuran Besar dengan Taring Panjang Masuk Kampung Warga di Pangandaran

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved