Breaking News:

PPKM Darurat Majalengka

Dalam 3 Hari Denda PPKM Darurat di Majalengka Mencapai Rp 68 Juta, Langsung Disetorkan ke Kas Negara

Kajari Majalengka, Dede Sutisna mengatakan, denda menjadi salah satu bentuk sanksi terhadap sasaran operasi tersebut.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Tim Jaksa Kejaksaan Negeri Majalengka langsung menggelar sidang denda kepada para pelaku usaha di Majalengka, Selasa (6/7/2021). 

"Yang melanggar prokes dari masing-masing pemilik pelaku usaha dikenakan Pasal 21 i ayat 2 Perda Provinsi Jabar No 5 tahun 2021 dengan vonis denda sebesar Rp 5 juta," jelas dia.

Baca juga: Alhamdulillah, Tukang Bubur Ayam Tak Jadi Didenda Rp 5 Juta karena Ada Hamba Allah yang Bayarin

Pabrik Juga Melanggar

Sebanyak tiga perusahaan atau pabrik di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka ketahuan melanggar PPKM Darurat di hari ketiga pemberlakukan, Kamis (8/7/2021).

Ketiga pabrik itu, yakni PT SWIFT ILSIN OTS INDO di Desa Sukaraja Wetan, PT Diamond Internasional Indonesia di Desa Andir dan PT Harapan Global Apparel di Desa Sukaraja Wetan.

Ketiganya diketahui masih tidak menyediakan alat prokes dan tidak menjaga jarak.

Selain itu, perusahaan tersebut mempekerjakan karyawannya lebih dari 50 persen.

Kabag Ops Polres Majalengka, Kompol Firman Taufik didampingi Kasat Reskrim, AKP Siswo DC Tarigan mengatakan, seperti diketahui bahwa pabrik esensial dan kritikal hanya diperbolehkan mempekerjakan karyawannya maksimal 50 persen.

Namun, saat disidak siang tadi, perusahaan tidak melakukan pembatasan yang mana rata-rata masih di atas 50 persen pekerja.

"Kenyataanya kami temukan perusahaan Industri tak melakukan pembatasan rata-rata di atas 50% pekerja," ujar Taufik, Kamis (8/7/2021).

Pengecekan ini dilakukan, jelas dia, untuk memastikan telah berjalannya peraturan dan kesadaran masyarakat dalam situasi PPKM Mikro Darurat di wilayah Hukum Polres Majalengka.

Yang tujuannya untuk menekan penyebaran Covid-19.

Baca juga: Emak-emak di Indramayu Protes Petugas Saat Toko Mereka Ditutup Paksa Petugas: Untuk Makan Gimana?

"Kami terus melakukan pemantauan dan pengecekan terhadap pelaku usaha, pabrik, dan perkantoran yang masuk kriteria esensial, non-esensial maupun kritikal bersama unsur forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda)," ucapnya.

Sementara, para perusahaan yang melanggar langsung diberikan sanksi tegas berupa sanksi Tipiring sidang ditempat.

Hal itu ketentuan dalam Inmendagri nomor 15 tahun 2021.

"Masing-masing pemilik pelaku usaha Industri dikenakan sanksi tipiring dikenakan Pasal 21 i ayat 2 Perda Provinsi Jabar No 5 tahun 2021 dengan Vonis denda sebesar Rp 5 juta," jelas dia.

Selain penindakan hukum, Taufik menambahkan, Personel Polres Majalengka juga memberikan imbauan dengan persuasif dan humanis namun tetap tegas dan terukur.

Pihaknya komitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 dengan melakukan berbagai upaya.

Salah satunya pengecekan ke sejumlah perusahaan Industri.

Baca juga: Alhamdulillah, Tukang Bubur Ayam Tak Jadi Didenda Rp 5 Juta karena Ada Hamba Allah yang Bayarin

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved