Breaking News:

Tak Dapat Insentif Berbulan-bulan, Tim Pemulasaraan Jenazah RSUD Subang Mogok, Tuntut Insentif Cair

Giliran para petugas atau tim pemulasaraan jenazah Covid-19 di RSUD Ciereng Kabupaten Subang yang mogok kerja karena insentif tak cair berbulan-bulan.

Editor: dedy herdiana
Tribun Jabar / Irvan Maulana
Petugas pemulasara jenazah di RSUD Ciereng Kabupaten Subang mogok kerja karena tak diberi insentif, mereka membuat aksi mogok agar rumah sakit segera mencairkan upah dan insentif mereka selama bekerja. 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TRIBUNCIREBON.COM, SUBANG - Giliran para petugas atau tim pemulasaraan jenazah Covid-19 di RSUD Ciereng Kabupaten Subang yang mogok kerja karena insentif tak cair berbulan-bulan.

Mereka membuat aksi mogok kerja agar rumah sakit segera mencairkan upah dan insentif mereka selama bekerja.

Kepala tim pemulasaraan jenazah Covid-19, Heri Hartono menjelaskan, aksi mogok tersebut dimulai pada Rabu (7/6/2021) kemarin dan berlangsung hingga 14 hari ke depan.

Baca juga: Langgar PPKM Darurat di Kuningan, Pemilik Toko Emas dan Toko HP Didenda Rp 5 Juta

"Selama pandemi ini kita tak juga dapat insentif, jika dihitung total hampir 16 bulan," kata Heri ketika ditemui Tribun di RSUD Ciereng Kabupaten Subang, Kamis (8/7/2021).

Padahal, kata Heri, selama masa pandemi saja di mulai Maret 2020 lalu, mereka telah memulasarakan lebih dari 500 jenazah, baik yang positif Covid-19 maupun yang suspect COVID-19.

"emi melaksanakan tugas, salah satu tim kami sempat terpapar COVID-19. Dia isolasi mandiri tanpa ada bantuan apapun dari pihak RSUD," kata dia.

Banyak diantara petugas pemulasara merupakan keluarga penuh keterbatasan, "Mereka tak ada pekerjaan lain, masal selama berbulan-bulan untuk makan sehari-hari saja kami harus berhutang, makan selama di rumah sakit kami bahkan ambil kantong sendiri," ucapnya.

Baca juga: Bansos PPKM Darurat di Kota Bandung Segera Cair, Kelurahan-kelurahan Sedang Proses Pendataan

Heri berharap aksi mogok tersebut tak berkepanjangan, dan permintaan insentif mereka agar segera dicairkan, "Kami mohon kepada pemangku kebijakan dalam hal ini Direksi di RSUD Subang agar mendengar keluhan kami, sebetulnya kami tak mau aksi ini berkepanjangan," katanya.

Sementara, Direktur Utama RSUD Ciereng Kabupaten Subang, ketika dihubungi Tribun belum memberikan keterangan apapun terkait mogoknya para pemulasara jenazah di RSUD.

Baca juga: Sejumlah Pabrik di Jabar Buka Ngaku Punya IOMKI, Ridwan Kamil: Tunjukkan Surat Elektronik IOMKI-nya


Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved