Breaking News:

Sempat Pilih Penjara 4 Hari, Pemilik Kafe di Kota Tasik Keder, Akhirnya Pilih Denda Rp 5 Juta

kedua mahasiswa Unsud ini setelah divonis Hakim Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Moch Martin Helmi, dengan denda Rp 5 juta subsider kurungan empat hari.

Editor: Mumu Mujahidin
TribunJabar.id/ firman suryaman
Rizki (25) dan Yuda (25), pemilik kafe We Coffee, Jalan Cilolohan, Kota Tasikmalaya, memperlihatkan berita acara pembayaran denda Rp 5 juta dengan cara dicicil dua minggu, seusai sidang tipiring pelanggaran aturan PPKM darurat di Taman Kota, Kamis (8/7). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Rizki (25) dan Yuda (25), pemilik kafe We Coffee di Jalan Cilolohan, Kota Tasikmalaya, sempat konsul soal pilihan denda subsider kurungan penjara selama empat hari.

Hal itu dilakukan kedua mahasiswa Unsud ini setelah divonis Hakim Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Moch Martin Helmi, dengan denda Rp 5 juta subsider kurungan empat hari.

Hakim menjatuhkan vonis itu dalam sidang tipiring pelanggaran aturan PPKM Darurat di tenda khusus samping Taman Kota, Kamis (8/7).

Seusai divonis hakim, Rizki dan Yuda menghampiri meja jaksa selaku eksekutor denda untuk membicarakan teknis realisasi denda.

Rizki (25) dan Yuda (25), pemilik kafe We Coffee, Jalan Cilolohan, Kota Tasikmalaya, memperlihatkan berita acara pembayaran denda Rp 5 juta dengan cara dicicil dua minggu, seusai sidang tipiring pelanggaran aturan PPKM darurat di Taman Kota, Kamis (8/7).
Rizki (25) dan Yuda (25), pemilik kafe We Coffee, Jalan Cilolohan, Kota Tasikmalaya, memperlihatkan berita acara pembayaran denda Rp 5 juta dengan cara dicicil dua minggu, seusai sidang tipiring pelanggaran aturan PPKM darurat di Taman Kota, Kamis (8/7). (TribunJabar.id/ firman suryaman)

Saat itulah, Rizki menanyakan perihal kurungan empat hari yang menjadi hukuman alternatif selain bayar denda.

"Untuk saat ini saya tidak punya uang sebesar itu, Pak. Kalau subsider kurungan empat hari itu bagaimana ya Pak pelaksanaannya," kata Rizki.

Menanggapai pertanyaan Rizki, Jaksa fungsional, Ahmad Siddiq, menjelaskan bahwa kurungan dilaksanakan di Lapas Tasikmalaya.

"Kalau memilih dikurung, langsung kami eksekusi ke Lapas Tasikmalaya," ujar Ahmad yang membuat Rizki dan Yuda terperengah.

Baca juga: Pemilik Kafe di Tasik Lebih Memilih Penjara 4 Hari Dibanding Bayar Denda Rp 5 Juta, Ini Alasannya

Ahmad kemudian menjelaskan dampak dari pelaksanaan hukuman kurungan penjara empat hari yang akan menjadi catatan data diri warga.

Mendengar penjelasan itu, Rizki dan Yuda akhirnya memutuskan membayar denda Rp 5 juta.

Permohonannya agar diberi waktu selama dua minggu dikabulkan jaksa.

Bahkan Kajari Tasikmalaya, Fajaruddin, yang menyaksikan sidang, memberi kelonggaran selama dua minggu itu pembayaran uang denda boleh dicicil. 

Rizki dan Yuda pun akhirnya menerima dan menandatangani berita acara teknis pembayaran denda.

Baca juga: Alhamdulillah, Tukang Bubur Ayam Tak Jadi Didenda Rp 5 Juta karena Ada Hamba Allah yang Bayarin

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved