Breaking News:

Keterbatasan Nakes, Dinkes Majalengka Akui Tak Bisa Selalu Pantau Warga yang Jalani Isoman Covid-19

Agus Susanto mengatakan pihaknya tidak menampik adanya beberapa kasus kematian Covid-19 terjadi pada warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa/dokumen BPBD Kota Tasikmalaya
Ilustrasi: Satu per satu jenazah kakak-beradik yang meninggal akibat Covid-19 dievakuasi dari rumahnya di Cipapagan, Indihiang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (3/7) malam. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Pemkab Majalengka dalam hal ini Dinas Kesehatan mengakui tak selalu bisa memantau warga yang sedang menjalani isolasi mandiri akibat Covid-19.

Akibatnya, ditemukan beberapa warga yang jalani Isoman meninggal dunia.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Majalengka, Agus Susanto mengatakan pihaknya tidak menampik adanya beberapa kasus kematian Covid-19 terjadi pada warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Ada beberapa faktor kenapa hal tersebut bisa terjadi.

"Ada memang beberapa kasus kematian yang sedang isolasi mandiri, hal itu terjadi karena keterbatasan jumlah tempat tidur, terus yang kedua juga karena keterlambatan pasien untuk dirujuk."

"Ada juga karena ketakutan adanya informasi dicovidkan," ujar Agus saat dikonfirmasi di kantornya, Kamis (8/7/2021).

Namun selama ini, dijelaskan dia, angka kematian akibat Covid-19 di Majalengka masih banyak terjadi di rumah sakit saat sedang menerima perawatan.

Jika memang ada kabar warga isolasi mandiri di rumah meninggal dunia, pihaknya pun tidak membantah.

"Jadi memang kami akui beberapa kasus yang isoman tidak bisa kami pantau setiap hari," ucapnya.

Baca juga: Alami Sesak Nafas Saat Isolasi Mandiri Covid-19? Jangan Panik Lakukan 6 Langkah Mudah Ini

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved