Breaking News:

PPKM Darurat

Hari Ke-2 Sidang Pelanggar PPKM Darurat di Kota Tasik, Hakim Beri Vonis Denda Total Capai Rp 26 Juta

Kekhawatiran sejumlah pelanggar aturan PPKM Darurat divonis denda Rp 5 juta seperti tukang bubur, menjadi kenyataan.

Editor: dedy herdiana
tribun jabar/firman suryaman
Sidang tipiring pelanggar aturan PPKM darurat yang kedua di Kota Tasikmalaya, Kamis (8/7/2021), digelar secara tatap muka dan menerapkan prokes. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Kekhawatiran sejumlah pelanggar aturan PPKM Darurat divonis denda Rp 5 juta seperti tukang bubur, menjadi kenyataan.

Pada sidang tipiring yang digelar di tenda khusus di samping Taman Kota, Kamis (8/7), Hakim Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Moch Martin Helmi, memvonis pelanggar rata-rata Rp 5 juta.

Total besaran denda pada sidang tipiring kedua kali ini, mencapai Rp 26 juta. Paling besar Rp 6 juta terhadap PT Bineatama Kayone Lestari (BKL).

Baca juga: Alhamdulillah, Tukang Bubur Ayam Tak Jadi Didenda Rp 5 Juta karena Ada Hamba Allah yang Bayarin

Sawa (kiri) semringah sudah bayar denda Rp 5 juta sumbangan agnia.
Sawa (kiri) semringah sudah bayar denda Rp 5 juta sumbangan agnia. ((tribun jabar/firman suryaman))

Sidang kedua kali ini digelar secara tatap muka. Hakim, Moch Martin Helmi, hadir di tempat. Pada sidang pertama yang memvonis tukang bubur, Selasa (6/7), sidang dilakukan secara virtual.

Sebelum sidang digelar, sejumlah pelanggar yang sebagian besar pemilik cafe, mengaku khawatir terkena denda Rp 5 juta seperti tukang bubur.

Denda Rp 5 juta terhadap Endang, pemilik kedai bubur ayam di simpang Jalan Galunggung-Jalan Gunung Sabeulah itu, menjadi viral.

Endang bersama adiknya, Sawa Hidayat, terbukti melanggar aturan PPKM darurat, yakni adanya kegiatan makan di tempat.

Namun kekhawatiran sejumlah pelanggar itu akhirnya menjadi kenyataan.

"Saya tadinya berharap didenda lebih kecil. Saya hanya pemilik kafe kecil-kecilan. Lagi belajar usaha," kata Rizki (25), pemilik kafe We Coffee di Jalan Cilolohan.

Setelah hakim memberikan vonisnya, semua pelanggar akhirnya pasrah bersedia membayar denda, masing-masing Rp 5 juta dan Rp 6 juta. (firman suryaman)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved