Breaking News:

BPBD Kuningan Membangun Tenda Darurat di RS Cigugur, untuk Bantu Penanganan Pasien Covid-19

Petugas BPBD Kuningan membangun tenda darurat di lingkungan Rumah Sakit Cigugur.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Kepala BPBD Kuningan Indra Bayu 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Petugas BPBD Kuningan membangun tenda darurat di lingkungan Rumah Sakit Cigugur.

Hal itu dilaksanakan sesuai dengan permintaan manajamen dengan latar belakang lonjakan Kasus Covid19.

Demikian hal itu dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan, Indra Bayu Permana di sela pembangunan tenda darurat tadi, Kamis (8/7/2021).

Bangunan tenda milik BPBD, Indra menerangkan, bahwa lokasi itu sebagai ruang untuk pemilihan pasien Covid-19 dan sebaliknya.

"Ya tadi manajamen mengaku bahwa tenda kita bangun, untuk penanganan dan pemilihan pasien Covid-19 atau sebaliknya," katanya.

Adanya pembangunan tenda, Indra mengaku bahwa sejumlah rumah sakit memang kesulitan tempat dalam penanganan isolasi bagi pasien Covid-19.

"Akhir - akhir ini, sejumlah Rumah Sakit diketahui memang banyak melayani pasien Covid-19, sehingga tidak sedikit kekurangan ruangan untuk pasien tersebut," ujarnya.

Menyinggung soal lokasi isolasi mandir di Aula BKPSDM yang berada di Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya, Indra mengaku hingga saat sekarang, jumlah warga terpapar Covid-19 dan sedang melakukan isolasi mandiri di sana ada 5 orang.

"Aula BKPSDM sebagai tempat isolasi mandiri terpadu, hingga sekarang ada sebanyak 5 orang," katanya.

Selain itu, Indra mengungkapkan up date data keterisian ruangan di sejumlah se-Kuningan.

Sebagai berikut, untuk RSUD 45 Total tempat tidur alias velbed ada sebanyak 104 unit dengan jumlah terisi ada sebanyak 91 unit dan masih kosong ada 13 unit.

Kemudian, di RSUD Linggarjati tempat tidur ada 29 unit dengan jumlah terisi ada 23 unit dan masih kosong ada 6 unit.

Sementara, di Rumah Sakit Swasta di Kuningan, jumlah kosong velbed kosong ada 4 unit dari 27 unit, yang terisi ada 23 unit.

"Kemudian untuk rumah sakit lainnya, seperti RS Wijaya Kusumah, RS Sekar Kamulyan, RS El Syifa, RS KMC Kuningan dan KMC Luragung, serta Rumah Sakit lainnya sudah penuh alias tidak ruangan tempat tidur pasien," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved