Breaking News:

PPKM Darurat

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum Sidak ke Pabrik-pabrik di Kota Tasik saat PPKM Darurat, Begini Hasilnya

Wakil Gubernur (Wagub) Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, melakukam sidak ke sejumlah pabrik di Kota Tasikmalaya, Rabu (7/7/2021).

Editor: dedy herdiana
Humas Jabar
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Wakil Gubernur (Wagub) Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, melakukam sidak ke sejumlah pabrik di Kota Tasikmalaya, Rabu (7/7/2021).

Hasilnya ada perusahaan yang patuh dan ada yang melanggar. Yang melanggar aturan langsung dikenai sanksi tindak pidana ringan (tipiring).

Yang pertama disidak adalah PT Catur Wangsa Indah di Jalan Mayor SL Tobing, Kecamatan Cihideung.

Saat memasuki halaman pabrik pembuat sabun dan pembersih rumah tangga ini, kondisi sepi. Begitu pula saat masuk ke dalam.

Baca juga: Tak Ada Masker Pria di Cirebon Ini Memaksa Pakai Sebo Sebagai Penutup Wajah Saat Operasi Yustisi

"Alhamdulillah pabrik sabun ini mematuhi aturan PPKM darurat, di mana kegiatan usaha non esensial wajib berhenti 100 persen," kata Uu, didampingi Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Doni Hermawan.

Namun saat sidak ke pabrik pengolahan kayu untuk ekspor, PT Bineatama Kayone Lestati (BKL) di Jalan Parhon, Kecamatan Indihiang, Uu mendapati perusahaan tersebut melanggar.

Uu mengungkapkan, dari hasil penelusuran bersama Kapolres, perusahaan orientasi ekspor itu masuk kategori produk esensial.

"Artinya boleh mempekerjakan karyawan sebanyak 50 persen. Tapi ternyata yang dipekerjakan sekitar 90 persen," kata Uu.

Baca juga: Berikut Tahapan dan Syarat Penerima Bansos dari Pemkot Bandung Pada Masa PPKM Darurat

Atas pelanggaran tersebut, PT BKL dikenai sanksi tipiring dan harus menjalani sidang di ruang sidang darurat di Taman Kota, Kamis (8/7).

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Doni Hermawan, menambahkan, pelanggaran yang dilakukan PT BKL memenuhi unsur untuk dikenai sanksi tipiring.

"Pelanggarannya yaitu jumlah pekerja melebihi aturan. Harusnya 50 persen ini sampai 90 persen," kata Doni.

Pemilik PT BKL, Eko Wijaya, mengakui kesalahannya. Ia menyatakan kesiapannya mengikuti sidang tipiring di Taman Kota, Kamis (8/7).

Sebelum meninggalkan lokasi, Wagub sempat bagi-bagi vitamin kepada karyawan. (firman suryaman)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved