Breaking News:

PPKM Darurat Majalengka

Pabrik Sepatu di Majalengka Ini Tetap Operasional saat PPKM Darurat, Manajer: Terapkan Prokes Ketat 

Perusahaan yang bergerak dalam produksi sepatu atau pabrik sepatu itu masih tetap beroperasi seperti biasa, di tengah kondisi PPKM Darurat.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Antisipasi penyebaran klaster Industri di Kabupaten Majalengka, PT Shoetown Ligung Indonesia untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan memiliki alat pendeteksi suhu tubuh ribuan karyawan secara singkat hingga pelaksanaan rapid tes bagi 500 karyawan dalam satu bulan. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Pemberlakuan PPKM Darurat tidak memengaruhi produksi di PT Shoetown Ligung Indonesia (SLI).

Perusahaan yang bergerak dalam produksi sepatu atau pabrik sepatu itu masih tetap beroperasi seperti biasa, di tengah kondisi PPKM Darurat.

Manager Industrial Relation PT SLI, Agus Rusyana mengatakan, hingga saat ini proses produksi masih terus berjalan.

Baca juga: Hari Raya Idul Adha Masih dalam Kondisi PPKM Darurat, Berikut Penjelasan Bupati Majalengka

Hal itu lantaran perusahaan tersebut bukan termasuk sektor non esensial yang diharuskan WFH 100 persen.

“Tentu secara umum kami mendukung apa yang menjadi instruksi dari pemerintah, dalam hal ini Pemda Majalengka. Karena termasuk sektor esensial kami tetap beroperasi, berdasarkan ijin dari kementrian Perindustrian (IOMKI),” ujar Agus saat dikonfirmasi, Rabu (7/7/2021).

Kendati demikian, untuk karyawan yang bekerja di area perkantoran, jelas dia, saat ini perusahaannya telah menetapkan kebijakan WFO 50 persen.

Kebijakan WFO 50 persen itu sebagai upaya pihaknya memberlakukan Protokol Kesehatan (Prokes).

“Untuk di area office kami sudah memberlakukan WFO 50 persen. Kemudian kami juga mengatur jam masuk dan istirahat karyawan supaya tidak terjadi kerumunan. Sebagai informasi juga, kemarin kami kedatangan Satgas Covid-19 kecamatan untuk melihat dan memastikan PPKM Darurat ini berjalan,” jelas dia.

Baca juga: Total Denda PPKM Darurat di Indramayu Terkumpul Rp 95 Juta, Disetorkan ke Kas Negara

Lebih jauh Agus menyebutkan, pihaknya selama ini senantiasa berkoordinasi dengan Satgas terkait aktivitas perkantoran di tengah masa pandemi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved