Breaking News:

Kadinkes Subang Akui Ada Warganya yang Covid-19, Besoknya Meninggal, Ternyata Gara-gara Minum Ini

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi meminta tokoh agama dan psikologis membantu pemulihan psikolog pasien Covid-19

Editor: dedy herdiana
IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TRIBUNCIREBON.COM, SUBANG - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi meminta tokoh agama dan psikologis membantu pemulihan psikolog pasien Covid-19 maupun warga sekitar yang isolasi mandiri.

Hal itu dilakukannya, karena ia sempat mendengar laporan bahwa ada warga yang meninggal karena minum racun usai mendapat hasil swab antigen yang positif.

"Dulu sempat ada warga pagi-pagi dia biasa aja masih keluyuran naik motor, kemudian dia swab ke Puskesmas ternyata hasilnya positif. Kemudian malamnya ada berita kalau dia meninggal," ujar Maxi ketika diwawancara Tribun di Kantor Bupati Subang, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: CARA Terapi Sesak Napas Karena Terpapar Covid-19, Dokter Jelaskan Baik Dilakukan Bagi Pasien Isoman

Maxi mengatakan meninggalnya warga tersebut karena mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara minum racun.

"Ternyata dia meninggal bukan karena sesak nafas, tapi meninggal minum racun, minum obat padi itu. Dia beralasan karena tak ingin menularkan kepada anggota keluarga lain," kata dia.

Atas adanya kejadian Maxi menilai masalah Covid-19 ini bukan saja masalah penyakit, "Ini bukan lagi menjadi masalah teknis medis, tapi juga sudah menjadi masalah psikologis orang sudah takut sekarang, waktu ditanya kenapa dia sampai meninggal. Katanya daripada nanti kelurga saya terkena semua mending saya aja yang mati," ujarnya.

Baca juga: Pasien Covid-19 di Subang Ini Pagi Masih Keluyuran, Malamnya Sudah Tak Bernyawa, Pilih Akhiri Hidup

Oleh sebab itu ia juga meminta pihak lain untuk membantu pemulihan psikologis masyarakat, sedangkan tenaga medis sendiri fokus terhadap penanganan kesehatan fisiknya.

"Teman-teman penyuluh agama Islam di tiap Kecamatan maupun psikologis tolong edukasi masyarakat, sebenarnya Covid-19 ini biasa saja asal kita maksimalkan pencegahannya," ucapnya.

Selain itu pihaknya juga meminta para psikolog dan penguluh agama untuk ikut mendorong masyarakat agar mau divaksin, karena ia menilai percepatan vaksinasi merupakan hal penting untuk meminimalisir penularan wabah.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved