Breaking News:

Berita Duka

INNALILLAHI, Ulama Bandung KH Mochtar Adam Pengasuh Pesantren Babussalam Meninggal Dunia

Ulama besar Bandung, KH Muchtar Adam yang juga pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Ciburial, Bandung, meninggal dunia di Rumah Sakit Muhammadiyah

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
Dok Keluarga
KH Drs Muchta Adam, pengasuh Pesantren Babussalam Ciburial Bandung meninggal dunia di RS Muhammadiyah Bandung, Selasa (6/7/2021) malam. 

TRIBUNCIREBON.COM - Innalillahi wainnailaihi rojiun. Ulama besar Bandung, KH Muchtar Adam yang juga pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Ciburial, Bandung, meninggal dunia di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung, Selasa (6/7/2021) malam pukul 22.03 WIB.

Berita duka itu disampaikan ustaz M Ridwan Hilmi, anggota LDK MUI Pusat, di akun Facebooknya.

"Duka cita mendalam atas wafatnya Ayahanda KH. Muchtar Adam Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Ciburial Bandung. Wafat pukul 22.03 WIB hari ini Selasa, 6 Juli 2021 di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung.
Semoga segala amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, beroleh Husnul Khatimah, Maghfirah, Kelapangan Alam Barzakh serta Nikmat Kubur.
Keluarga ditinggalkan diberi ketabahan, ketawakkalan serta diganti atas yang hilang dari musibah kepergian almarhum dengan yang lebih baik dari Allah SWT.
*” اللهم اغفر له وارحمه، وعافه ،واعف عنه ،وأكرم نُزُله ، ووسع مُدخلهُ ، واغسله بالماء والثلج والبرد ، ونقه من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس ، وأبدله داراً خيراً من داره ، وأهلاً خيراً من أهله وزوجاً خيراً من زوجه، وأدخله الجنة ،وأعذه من عذاب القبر (ومن عذاب النار)”*
Aamiin yaa samii'a ddu'aa wa yaa mujiibassaailiin."

Baca juga: BREAKING NEWS Innalillahi, Filolog Indramayu Ki Tarka Sutarahardja Meninggal, Sempat Sakit 3 Hari

Baca juga: INNALILLAHI, Prof Mundardjito Bapak Arkeologi Indonesia Meninggal Dunia, Ini Biodatanya

Berita serupa juga dikabarkan sejarawan Ahmad Mansur Suryanegara di dinding akun Facebooknya.

"Turut Duka Cita Sedalam dalamnya
DRS K H MUCHTAR ADAM
Telah Kembali PULANG Ke RAHMATULLAH
27 Dzulqaidah 1442, Rabu Wage,
7 Juli 2021 di Rumah Sakit
MUHAMMADIYAH Bandung
Drs KH MUCHTAR ADAM
Pendiri PESANTREN AL QURAN BABUSSALAM di CIBURIAL BANDUNG, di SOLOK SUMBAR, SELAYAR , WAKAITUBI, ACEH.
Pernah ditugaskan sbg PEMBINA ROHIS TAPOL PKI di Pulau Buru. Beliau menuturkan TAPOL PKI di P. Buru, banyak yang masih Buta Huruf sbg Pengganti Aktivis PKI yangvsebenarnya. Kecuali Pramudia Ananta Toer.
Aktif sbg PEMBINA HIZBUL WATON -HW & MUHAMMAIYAH Pontren BABUSSALAM Ciburial Bandung.
Beliau Penulis Agama yang sangat produktif. Sekitar 100 Buku yang pernah dituliskannya dan diterbitkan. Beliau bukan hanya seorang DAI, Dakwah secara lisan. Tetapi juga menuliskan apa yang didakwahkan menjadi Buku yang ilmiah.
Selain sbg PNS Dep Agama RI bagian PENERANGAN AGAMA, juga jadi anggota DPR dari PAN - PARTAI AMANAH NASIONAL ketika masih dipimpin oleh Prof DR. Amien Rais."

Baca juga: Menag Yaqut Cholil 2 Kali Berduka, Ucapkan Innalillahi Atas Meninggalnya Kiai Masykur dan Rachmawati

Baca juga: INNALILLAHI Ibunda Wakil Bupati Karawang Meninggal Dunia, Kerap Membantu Warga di Saat Covid-19

Berikut ini profil lengkap KH Muchtar Adam dilansir dari wikipedia.

 Kiai Haji Muchtar Adam (lahir di Selayar, 10 September 1939; umur 81 tahun) adalah seorang muballig, ulama, cendekiawan, sekaligus pendiri dan pimpinan umum Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam di Desa Ciburial, Cimenyan, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Ia adalah pencetus gagasan Da’wah Kedah Kahartos Karaos (Dakwah Harus Dipahami dan Dirasakan).

Nama Muchtar merupakan pemberian dari Dr. Muchtar Lutfi, seorang intelektual dan pejuang dari Sumatra Barat sebagai teman seperjuangan ayahnya yang sering bersama-sama keluar masuk penjara pada zaman Belanda, Jepang, dan NICA. Dr. Muchtar Lutfi memberikan nama depannya kepada putra sahabat karibnya, sedang Adam diambil dari nama ayahnya.

Ayahnya bernama Tuan Adam, seorang muballigh dan pejuang kemerdekaan di Pulau Selayar. Pengetahuan dan pemahaman agama ayahnya diperoleh hanya melalui persahabatan dengan tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan, yang saat itu terkenal dengan orang-orang pergerakan. Bahkan, Tuan Adam bisa membaca dan menulis huruf latin ketika di penjara.

Muchtar Adam lahir sebagai anak ketiga dari wanita bernama Syamintan yang merupakan istri pertama Tuan Adam. Istri kedua Tuan Adam adalah janda pejuang kemerdekaan teman seperjuangannya yang meninggal dunia. Kakek Muchtar Adam adalah seorang guru mengaji dan muballig, walaupun tidak melalui pendidikan formal, karena saat itu di kampung cukup dengan belajar mengaji, dan jadi guru ngaji di Kampung Palemba Bontobangung, Pulau Selayar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved