Breaking News:

Toko Swalayan Kawasan SPBU di Jalan Juanda Kuningan Terbakar, Warga Khawatir Terjadi Ledakan

kobaran api dalam gudang itu diduga dari korsleting barang elekronik yang berada di dalam gudang tersebut. 

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Damkar Kuningan
Petugas Damkar Kuningan memadamkan titik api di gudang Toko Swalayan di Jalan Juanda Kuningan, Selasa (6/7/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan,Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Sebuah toko swalayan di kawasan SPBU di Jalan Juanda, Kuningan, hangus terbakar, Selasa (6/7/2021) dini hari. Kebakaran itu sempat membuat warga sekitar lingkungan Lebak Kardin, Kelurahan Purwawinangun – Kuningan khawatir  api merembet ke SPBU dan terjadi ledakan.

”Iya ini kebakaran di kawasan SPBU yang muncul dari sebuah ruang atau gudang penyimpanan barang toko modern tersehut,” kata Kepala UPT Damkar Kuningan,Khadafi saat memberikan keterangan kepada Tribuncirebon.com, di lokasi kejadian setempat, Selasa (6/7/2021) dini hari tadi.

Menurut Khadafi, kobaran api dalam gudang itu diduga dari korsleting barang elekronik yang berada di dalam gudang tersebut. 

“Setelah api berhasil kami padamkan, dugaan api muncul dari blower pendingin ruangan yang konslet dan lelehannya itu jatuh hingga menimbulkan kobaran api cukup besar,” ungkap Khadafi lagi.

Baca juga: Bupati Kuningan Ubah Jam PPKM Darurat Berlaku Mulai 6 Juli Hingga 20 Juli, Razia di Jalan Protokol

Baca juga: Petugas Pemadam Kebakaran Kuningan Kewalahan Permintaan Penyemprotan Disinfektan Meningkat

Baca juga: Hanya 18 Hidran Kebakaran di Kuningan yang Masih Berfungsi, Ada Titik Hidran yang Jadi Lapak Usaha

Api membesar dalam ruangan tersebut, disebabkan di gudang itu banyak barang dagangan kedaluwarsa serta terdapat banyak kardus dan rak plastik. 

“Betul, kenapa api tadi awet dan sempat menyulitkan pemadaman. Ternyata di gudang itu banyak barang mudah terbakar, seperti kardus, rak plastic serta makanan kedaluwarsa,” ujarnya.

Disamping itu, masih kata Khadafi, ruang yang terbakar  itu tidak memiliki ventilasi atau blok sirkulasi udara. 
Sehingga saat kebakaran, petugas sempat kesulitan akibat luapan asap pekat membuat pandangan tidak jelas serta pengap.

“Tadi ruangnya memamg tidak ada ventilasi untuk mengatur sirkulasi udara. Sehingga bisa dilihat sendiri, asap pekat dan petugas pun hampir kesulitan saat memadamkan api tadi,” katanya.

Saat melakukan pemadaman tadi, Khadafi mengaku menghabiskan sebanyak 4 tabung ukuran besar dan tiga tangki air mobil pemadam kebakaran

“Pemadaman dilakukan sekitar dua setegah jam, dengan menghabiskan 4 Apar dan 3 tangki air atau sekitar 13 ribu liter.  Kemudian dalam teknik pemadaman, dua tangki air kita semprot halus untuk mengusir asap dan satu tangki full untuk memadamkan kobaran api berada di dasar gudang tersebut,” katanya.

Taksiran kerugian dari kejadian kebakaran, kata Khadafi menduga peristiwa kebakaran itu tidak lebih dari 20 juta. 

“Taksiran kami, kerugian jika 3 blower atau barang elektronik tadi seharga 5 juta. Itu ada tiga dan ditambah barang – barang di gunakan rusak, mungkin ada sekitar 15 juta an ya,”ujarnya.

Terpantau saat kebakaran berlangsung, sejumlah warga sekitar berdatangan dan larut dalam menyaksikan aksi petugas kebakaran tadi. Terlebih lokasi kebakaran itu berada tidak jauh dari SPBU alias pom bensin.

“Ya kami keluar dan melihat itu, was-was api besar dan terjadi ledakan keras. Apalagi kobaran api itu berdekatan dengan pom bensin,” ujar Wawan warga setempat. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved