Breaking News:

Sedang Asyik Memijat Tamu Pria, 10 Terapis Wanita di Bandung Digerebek Polisi, Langgar PPKM Darurat

Saat digerebek, panti pijat yang menggunakan sebuah ruko itu didapati sepuluh terapis wanita, delapan diantaranya sedang melayani tamu pria.

Editor: Mumu Mujahidin
TribunJabar.id/Nazmi Abdurrahman
Sebuah tempat pijat kebugaran di daerah Kiaracondong, Kota Bandung digerebek unit Resmob Satreskrim Polrestabes Bandung, karena nekat beroperasi saat pemberlakuan PPKM Darurat, Selasa (6/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Sebuah tempat pijat kebugaran di daerah Kiaracondong, Kota Bandung digerebek unit Resmob Satreskrim Polrestabes Bandung, karena nekat beroperasi saat pemberlakuan PPKM Darurat, Selasa (6/7/2021).

Saat digerebek, tempat pijat kebugaran yang menggunakan sebuah ruko itu didapati sepuluh terapis wanita, delapan diantaranya sedang melayani tamu pria. 

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Adanan Mangopang mengatakan, penggerebekan itu bermula saat anggotanya sedang melakukan operasi yustisi di sekitar Kiaracondong.

"Kita mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada salah satu panti pijat lah istilahnya, masih beroperasi di tengah situasi PPKM Darurat yang sudah diumumkan oleh pemerintah kemudian kita melakukan pengecekan di TKP (lokasi) dan akhirnya kita menemukan dan kita langsung menggerebek panti pijat ini," ujar Adanan, saat ditemui seusai penggerebekan.

Pengelola panti pijat, kata dia, mencoba mengelabui petugas dengan menutup pintu luar panti pijat tersebut.

Tamu yang akan menggunakan layanan tersebut biasanya memesan melalui telepon kepada pihak manajemen.

"Dan kita menemukan ada sepuluh terapis yang sedang bekerja kemudian juga kita menemukan delapan orang pengunjung yang memang saat kita gerebek sedang melakukan aktivitasnya," katanya. 

Menurut dia, selama PPKM Darurat ini panti pijat yang diketahui bernama Bintang Sehat itu tetap beroperasi.

Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan pihak manajemen panti pijat tersebut. 

Baca juga: Panti Pijat Plus-plus di Tuban Tetap Buka di Bulan Puasa, Satpol PP Pergoki Terapis Tak Pakai Baju

"Mereka kita persangkaan Pasal 506 KUHP dan kita juncto juga apabila ada eksploitasi anak atau ekploitasi perempuan maka kita perkenakan dengan undang-undang TPPU," ucapnya. 

Para terapis wanita tamu serta pengelola pun dibawa ke Satreskrim Polrestabes Bandung untuk dimintai keterangan guna penyidikan lebih lanjut.

Sementara tempatmya ditutup dan dipasang garis polisi. 

"Tempat ini akan kami segel akan saya police line kemudian kita akan laporkan juga kepada pemerintah Kota Bandung ya, siapa tau nanti sanksinya bisa sampai pencabutan izin usaha," katanya.

Baca juga: Pemkot Cirebon Minta Pengelola Kafe, Minimarket hingga Panti Pijat Batasi Pengunjung Hanya 25 Persen

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved