Breaking News:

Filolog Indramayu Meninggal

Sosok Ki Tarka Sutarahardja, Filolog Dari Indramayu yang Selamatkan Ratusan Naskah Kuno, Telah Tiada

Ki Tarka Sutarahardja meninggal dunia. Budayawan sekaligus pelestari aksara kuno Jawa Indramayu itu wafat karena penyakit maag

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Dok. keluarga Ki Tarka Sutarahardja
Ki Tarka Sutarahardja. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Ki Tarka Sutarahardja meninggal dunia. Budayawan sekaligus pelestari aksara kuno Jawa Indramayu itu wafat karena penyakit maag yang dideritanya kambuh.

Sosok yang dikenal sebagai Fiolog dari Indramayu itu meninggal dunia diusianya yang menginjak usia 51 tahun di rumahnya di Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu pada Minggu (4/7/2021) kemarin.

Ki Tarka Sutarahardja sendiri bukan sosok asing di kalangan budayawan dalam lingkup nasional.

Baca juga: BREAKING NEWS Innalillahi, Filolog Indramayu Ki Tarka Sutarahardja Meninggal, Sempat Sakit 3 Hari

Pria yang lahir pada 12 April 1970 itu sudah banyak menyelamatkan ratusan manuskrip kuno.

Manuskrip yang telah diselamatkan Ki Tarka Sutarahardja berjumlah kurang lebih 200 manuskrip yang berasal dari wilayah Kabupaten Indramayu dan sekitarnya.

Sutawijaya, salah satu rekan sesama budayawan Indramayu mengatakan, naskah-naskah klasik Indramayu-Cirebon yang umumnya berbahasa dan beraksara Jawa kuno itu ia selamatkan dengan cara diterjemahkan dalam sebuah buku dan dalam bentuk digitalisasi.

"Mulai pergerakan sejak tahun 2009 sampai sekarang. Dia konsisten sampai sekarang mengumpulkan naskah-naskah kuno," ujar dia kepada Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Senin (5/7/2021).

Baca juga: INNALILLAHI, Ahli Sejarah dan Naskah Kuno Cirebon Opan Safari Meninggal Dunia, Sempat Minta Maaf

Masih diceritakan Sutawijaya, koleksi naskah kuno yang dimiliki Ki Tarka Sutarahardja di antaranya Jaran Sari Jaran Purnama, Durakman Durakim, Sangkuriang Riwayat, Pangeran Banyu Biru, Jaka Mukhamad, Raden Walang Sungsang, Babad Deramayu, Nyi Junti, Suryaningrat Dewi Ningrum, dan masih banyak lagi.

Semenjak aktif mengumpulkan naskah-naskah kuno itu, nama Ki Tarka Sutarahardja pun mulai dikenal secara nasional.

Tidak jarang ia mengisi materi soal naskah-naskah kuno di berbagai kesempatan.

"Beliau sosok yang sangat tawadhu, rendah hati, suka berbagai ilmu tanpa memandang siapapun. Bilamana ada yang bertanya dia selalu terbuka dan tidak pernah memberikan tarif setiap memberikan materi," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved