Breaking News:

Munculnya Bom Raksasa Seberat 100 kilogram di Sagarahiang Kuningan Jadi Bukti Sejarah Penjajahan

Sejarah singkat desa kami mendapat pengiriman bom raksasa sebanyak empat unit dan dua unit tidak sampai meledak, nah satunya bom yang dimusnahkan

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa
Tim Gegana Sat Brimob Polda Jabar berhasil meledakkan bom raksasa yang ditemukan warga Desa Sagarahiang, Minggu (04/07/2021) 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Pemusnahan bom raksasa yang dilakukan oleh Tim Jibom Polda Jabar disambut baik warga setempat.

"Adanya pemusnahan bom, tentu ini merupakan bukti sejarah bahwa desa kami dahulu menjadi titik sasaran penjajahan saat belum terjadi merdeka," ungkap Didin yang juga Aparat Desa Sagarahiang alias Kesra Desa setempat, Senin (5/7/2021).

Didin menyebut berdasarkan sejarah yang diceritakan secara turun temurun dari orang terdahulu di desa setempat.

Merupakan kawasan strategis persembunyian serta penyerangan terhadap para penjajah.

Baca juga: Diduga Bom Raksasa Mirip Rudal Gegekan Warga Sagarahiang Kuningan, Ditemukan Saat Gali Pondasi

Tim Gegana Sat Brimob Polda Jabar berhasil meledakkan bom raksasa yang ditemukan warga Desa Sagarahiang, Minggu (04/07/2021)
Tim Gegana Sat Brimob Polda Jabar berhasil meledakkan bom raksasa yang ditemukan warga Desa Sagarahiang, Minggu (04/07/2021) (Istimewa)

"Cerita orang tua dulu saya masih ingat, kawasan desa kami tempat strategis pejuang dan prajurit kemerdekaan Indonesia.

Sejarah singkat desa kami mendapat pengiriman bom raksasa sebanyak empat unit dan dua unit tidak sampai meledak, nah satunya bom yang sekarang petugas musnahkan," katanya.

Bom dengan jenis torpedo ini dikirim melalui pesawat penjajah yang melintasi di kawasan terbang kaki Gunung Ciremai.

"Ya, tahunya akan ada bom dilempar dari pesawat itu dari tentara pelajar pada jaman dahulu. Kemudian saat itu, prajurit dan pejuang kemerdekaan itu ada Jendral Umar Hadikusumo, Yogie S Memet yang mantan Gubernur Jawa Barat dan kapten Sanusi orang Kuningan asli," katanya.

Tidak terjadinya ledakan bom tersebut, kata Didin mengaku bahwa orang tua terdahulu sempat kasih tahu ada bom aktif dan seperti ini yang bisa disaksikan hingga dilakukan pemusnahan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved