Breaking News:

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Ternyata Belum Boleh Menerima Vaksinasi Covid-19, IDAI Ungkap Alasannya

Pemerintah sejak 1 Juli telah sudah memberi lampu hijau agar vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak berusia 12 -17 tahun dimulai.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
shutterstocks
ilustrasi vaksin corona 

TRIBUNICIREBON.COM- Pemerintah sejak 1 Juli telah sudah memberi lampu hijau agar vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak berusia 12 -17 tahun dimulai.

Badan POM pun telah mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac untuk kelompok tersebut.

Bagaimana dengan kelompok anak di bawah 12 tahun?

Mengutip dari surat rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tertanggal 28 Juni 2021, diterangkan bahwa hasil uji klinis fase 1 dan fase 2 vaksin CoronaVac buatan Sinovac pada anak umur 3-17 tahun menjadi dasar pertimbangannya.

Uji klinik dilakukan dengan metode randomisasi, buta ganda dan kontrol plasebo di Zanhuang (China) sebagai berikut:

a. Keamanan: pada fase 1 dan 2 setelah 28 hari penyuntikan ditemukan KIPI pada 26 -
29 % kelompok subjek, secara statistik tidak berbeda bermakna dengan kelompok plasebo (24%).

KIPI terbanyak berupa nyeri ringan dan sedang pada lokasi penyuntikan (13%). KIPI serius hanya 1 kasus tidak ada hubungan dengan vaksin.

b. KIPI pada kelompok usia 3 -11 tahun terutama demam, sedangkan pada umur 12 –17 tahun terutama nyeri di lokasi suntikan, tidak ada laporan demam.

c. Serokonversi: setelah dosis ke 2 pada fase 1; 100 %, dengan GMT 55 -
117.4. Pada fase 2 serokonversi 96.8 -
100 %, dengan GMT 86.4 –142.2. Tidak ditemukan respons antibodi pada kelompok plasebo.

d. Pemberian vaksin dosis 3 ug (0,5ml) penyuntikan 2 kali dengan jarak 1 bulan menunjukkan keamanan dan imunogenisitas yang lebih baik.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved