Breaking News:

PPKM Darurat Kota Cirebon

150 Pelaku Usaha di Kota Cirebon yang Tak Patuhi Aturan PPKM Darurat Disanksi

Sebanyak 150-an pelaku usaha di Kota Cirebon kedapatan tidak mematuhi aturan PPKM darurat.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Sejumlah petugas saat menutup minimarket di Jalan Fatahillah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Minggu (4/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Sebanyak 150-an pelaku usaha di Kota Cirebon kedapatan tidak mematuhi aturan PPKM darurat.

Karenanya, petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan lainnya langsung menutup tempat usaha mereka.

Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, mengatakan, seluruh pelaku usaha tersebut masuk kategori esensial dan nonesensial.

Baca juga: Tak Patuhi Aturan Jam Operasional PPKM Darurat, Dua Minimarket di Kecamatan Sumber Cirebon Ditutup

Di antaranya, rumah makan, PKL, toko elektronik, dealer sepeda motor, dan lainnya.

"Tempat mereka langsung ditutup, dan lokasinya tersebar di seluruh wilayah Kota Cirebon," ujar Nasrudin Azis saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Senin (5/7/2021).

Ia mengatakan, terdapat 64 pelaku usaha yang melanggar PPKM darurat di wilayah Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

Selain itu, di Kecamatan Kejaksan terdapat 31 pelaku usaha yang melanggar, dan 25 pelaku usaha di wilayah Kecamatan Harjamukti.

Pihaknya mencatat 15 pelaku usaha di Kecamatan Lemahwungkuk dan Kecamatan Pekalipan 15 pelaku usaha yang melanggar aturan PPKM darurat.

"Kami juga menindak tujuh warga yang tidak memakai masker, dan diberikan sanksi teguran," kata Nasrudin Azis.

Azis menyampaikan, 150 pelaku usaha yang melanggar PPKM darurat tersebut rata-rata diberi sanksi teguran.

Selain itu, ada juga pelaku usaha yang disita KTP dan sejumlah peralatannya disita petugas gabungan.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved