Breaking News:

Warga Keluhkan Jalan KH Abdul Halim Majalengka yang Berlumpur dan Berdebu Akibat Tanah Proyek Tumpah

Lumpur tanah tersebut, diduga akibat tumpahan dari mobil pengangkut tanah timbunan pematangan lahan untuk salah satu proyek pihak swasta.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Kondisi Jalan KH Abdul Halim di Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan/Kabupaten Majalengka atau tepatnya di depan Tiga Dara sampai perempatan emen yang berlumpur dan berdebu. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Sejumlah warga dan pengendara mengeluhkan jalan KH Abdul Halim, Kabupaten Majalengka tepatnya di Jalanan antara Tiga Dara sampai Perempatan Emen Slamet Kelurahan Majalengka Kulon yang berlumpur dan berdebu.

Lumpur tanah kuning di kawasan tersebut, diduga akibat tumpahan dari mobil pengangkut tanah timbunan pematangan lahan untuk salah satu proyek pihak swasta.

Selain tak sedap dipandang mata, akibat tumpahan tanah lebih kurang 200 meter itu, juga membahayakan para pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat yang melintasi jalan nasional tersebut.

Kondisi Jalan KH Abdul Halim di Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan/Kabupaten Majalengka atau tepatnya di depan Tiga Dara sampai perempatan emen yang berlumpur dan berdebu.
Kondisi Jalan KH Abdul Halim di Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan/Kabupaten Majalengka atau tepatnya di depan Tiga Dara sampai perempatan emen yang berlumpur dan berdebu. (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

“Ini akibat lintasan truk proyek, jadinya jalan berlumpur dan sangat licin. Untuk itu, pengendara harus ekstra hati-hati, saat melintas di sini, maut taruhannya,” ujar salah seorang warga Kelurahan Majalengka Kulon, Dadan Taufik kepada Tribun, Jumat (2/7/2021).

Dadan mengaku, pengendara sepeda motor yang melintas, terlihat berhati-hati dan berhenti ketika kendaraannya tiba di lokasi. 

Demikian juga dengan kendaraan roda empat.

Para pengendara tidak ada yang berani mengambil risiko tancap gas di lokasi jalan berlumpur itu.

Semuanya terlihat mengendarai kendaraannya dengan sangat pelan. 

"Kami mohon kepada yang berwenang untuk segera menegur, sehingga tidak ada korban jiwa akibat lumpur tersebut. Ini penting, sebelum ada korban jiwa,” ucapnya.

Untuk menghindari terus terjadinya jalan yang berlumpur dan berdebu, warga juga sudah melaporkan kepada lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat.

Diharapkan, dengan demikian pelaku usaha tersebut dapat lebih memperhatikan efek ke sekitar pengerjaan proyek tersebut.

"Kami sudah layangkan dan informasinya, lembaga tersebut juga sudah menyurati pihak pelaku usaha atau proyek," jelas dia.

Baca juga: VIRAL Emak-emak Berdaster Gotong Royong Benerin Jalan Rusak di Pangandaran, Pake Pacul dan Sekop

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved