Breaking News:

UPDATE Persediaan Oksigen di Jabar Ada Daerah yang Kekurangan, Begiin Kata Ridwan Kamil

Ridwan Kamil mengimbau masyarakat Jabar yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) untuk tidak berlomba-lomba menyimpan persediaan tabung oksigen.

Editor: dedy herdiana
TribunJabar.id/Irvan Maulana
Pekerja toko alat medis sedang mengisi ulang tabung oksigen di Toko Alat Medis Jalan Brigjen Katamso Kabupaten Subang, Rabu (30/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau masyarakat Jabar yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) untuk tidak berlomba-lomba menyimpan persediaan oksigen.

"Kita dahulukan kepada rumah sakit yang menurut kajian dokter dia perlu menggunakan tabung oksigen. Kalau yang isoman berasumsi sendiri untuk cadangan dan lain-lain, nanti menimbulkan kewalahan suplai untuk rumah sakit yang lebih darurat," ucap Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, melalui siaran digital, Jumat (2/7/2021).

Menurut Kang Emil, saat ini, Pemerintah Daerah Provinsi Jabar fokus memperbaiki manajemen distribusi oksigen ke rumah sakit-rumah sakit di Jabar.

Foto tabung oksigen isi ulang volume satu meter kubik kosong yang berjejer di depan pintu masuk apotek Kimia Farma 43 Buah Batu, Minggu (27/6/2021)
Foto tabung oksigen isi ulang volume satu meter kubik kosong yang berjejer di depan pintu masuk apotek Kimia Farma 43 Buah Batu, Minggu (27/6/2021) (Tribunjabar.id/Cipta Permana)

Baca juga: Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya Kembali Melonjak, Permintaan Oksigen Meningkat

Baca juga: Angka Kematian Pasien Covid-19 di Jabar Naik 463 Persen, Kematian Anak Didominasi Usia Balita

Sebab, ada daerah yang mengalami defisit, tapi ada daerah yang surplus oksigen.

Pemda Provinsi Jabar pun sudah menginstruksikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jasa Sarana untuk menyusun manajemen suplai oksigen bagi rumah sakit-rumah sakit di Jabar.

"Neraca antardaerah sedang kami perbaiki. Jadi secara provinsi memadai, tapi kalau ada satu daerah yang mengalami kekurangan, kita ambil dari daerah yang punya keluangan suplai oksigen," katanya.

"Sudah kami tugaskan BUMD di Jabar, yaitu Jasa Sarana sebagai tim yang melakukan manajemen suplai dari oksigen untuk seluruh rumah sakit-rumah sakit di Jabar. Sehingga kami punya data, daerah mana yang kelebihan, daerah mana yang kekurangan, kita bisa subsidi silang melalui manajemen seperti ini," katanya.

Kang Emil mengatakan secara umum ketersediaan oksigen untuk rumah sakit di Jabar masih memadai.

Hanya saja, stok oksigen di tiap daerah tidak seimbang dengan kebutuhan tiap rumah sakit.

"Oksigen ini Jabar pada umumnya terkendali. Hanya neraca antardaerahnya yang sedang kami perbaiki. Jadi secara provinsi memadai, tapi misalkan kalau ada satu seperti Depok krisis, maka kami ambil dari Bandung Raya dan sekitarnya yang punya keluangan dari sisi suplai oksigen," tuturnya

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per 30 Juni 2021, ketersediaan oksigen rumah sakit di 20 daerah di Jabar mencapai 108.455.132 liter.

Sedangkan kebutuhan oksigen sekitar 103.937.438 liter. Sehingga Jabar surplus 4.517.694 liter oksigen.

Adapun daerah yang mengalami kekurangan persediaan oksigen, yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bogor, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, Kota Bandung, Kota Bogor, dan Kota Tasikmalaya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved