Breaking News:

Tempat Isolasi Terpusat Pasien Covid-19 di Harjamukti Kota Cirebon Dikhususkan Bagi OTG

Pemkot Cirebon menyulap dua sekolah dasar (SD) menjadi tempat isolasi mandiri terpusat bagi pasien Covid-19.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Sejumlah pejabat saat meninjau sekolah dasar SDN Pesantren, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jumat (2/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pemkot Cirebon menyulap dua sekolah dasar (SD) menjadi tempat isolasi mandiri terpusat bagi pasien Covid-19.

Dua SD itu ialah SDN Ciremai Giri dan SDN Pesantren yang berlokasi di Kelurahan Kecapi serta Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, mengatakan, dua SD tersebut dikhususkan sebagai tempat isolasi orang tanpa gejala (OTG) dan bergejala ringan.

Baca juga: Majalengka Catat Rekor Terbanyak Penambahan Kasus Covid-19, Dinkes Sebut Berasal dari Nakes

Menurut dia, agar rumah sakit rujukan di Kota Udang hanya merawat pasien Covid-19 yang mengalami gejala sedang hingga berat.

"Rumah sakit mulai kewalahan sehingga keberadaan tempat isolasi terpusat ini bisa mengurangi bebannya," ujar Nasrudin Azis saat ditemui usai meninjau SDN Pesantren di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jumat (2/7/2021).

Ia mengatakan, sangat tepat apabila perawatan pasien tanpa gejala dan begejala ringan tidak dicampur dengan pasien bergejala ringan hingga berat.

Baca juga: 48 Daerah Jawa Bali Masuk Wilayah PPKM Darurat Dengan Aturan Paling Ketat, Ini Daftarnya

Hal tersebut juga meringankan beban tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan sehingga lebih fokus merawat pasien Covid-19 yang mengalami gejala sedang dan berat.

Selain itu, pasien Covid-19 bergejala sedang dan berat membutuhkan perawatan intensif dan peralatan yang digunakannya pun khusus.

"Ini menjadi strategi Pemkot Cirebon dalam menangani pasien Covid-19, karena dipilah-pilah berdasarkan kategorinya," kata Nasrudin Azis.

Sementara Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi, memperkirakan dua SD tersebut dapat menampung sekitar 200 pasien Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan.

Agus juga mengakui sarana dan prasarana yang ada di dua SD itu terbatas sehingga Pemkot Cirebon akan melengkapinya.

"Pemkot Cirebon akan menambah wc portable, fasilitas kesehatan, obat-obatan, vitamin, dan lainnya," ujar Agus Mulyadi.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved