Breaking News:

Perumahan Bagi Warga Desa Miliarder Kuningan Sudah Rampung 95 Persen, Tapi Batal Diresmikan Jokowi

Perumahan khusus bagi warga Desa Miliarder yang terdampak pembangunan Waduk di Kuningan hampir selesai

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Warga desa miliarder membereskan material bangunan dari rumah yang dirobohkan sebelum lahan desa mereka di Desa Kawungsari Kuningan tenggelam oleh Waduk Kuningan, Jumat (18/6/2021). 
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Pembangunan perumahan khusus bagi warga terdampak pembangunan Waduk atau Bendungan Kuningan, memasuki tahap finishing. 
“Untuk pengerjaan di kawasan perumahan khusus bagi warga terdampak pembangunan Bendungan Kuningan, sudah 95 persen. Besar harapan pada tanggal 5 Juli 2021 perumahan husus bisa dihuni warga tersebut,” ungkap Kepala Dinas Kawasan Perumahan dan Permukimana Kuningan, Putu Bagiasna kepada Tribuncirebon.com, di ruang kerjanya, Jum’at (2/7/2021).
Menurutnya, pembangunan Bendungan Kuningan ini memiliki lokasi dengan luas lahan sekitar 302 hektare, yang memakan sejumlah lahan di Kecamatan Cibeureum itu meliputi Desa Randusari, Kawungsari dan beberapa lahan Desa di Kecamatan Karangkancana.
“Dampak bendungan sekitar 100 persen untuk satu desa memerlukan relokasi dan kami menyebutnya rumah khusus. Keberadaan rumah khusus ini bagi warga Desa Kawungsari dan Desa Randusari,” katanya.
Selain Sawer Ada Budaya Gilas Telur Saat Punya Motor Baru, Berikut Penjelasan Warga Desa Miliarder
Selain Sawer Ada Budaya Gilas Telur Saat Punya Motor Baru, Berikut Penjelasan Warga Desa Miliarder (Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)
Masih-masing dari jumlah warga Desa Kawungsari terdampak itu sebanyak 383 KK (Kepala Keluarga) dan untuk warga Desa Randusari ada 83 KK (Kepala Keluarga.
“Bagi warga dari kedua desa tadi, kami fasilitasi perumahan khusus diatas 1 hekatare dengan sebanyak 444 unit yang dilengkapi fasum dan fasosnya. Saat ini kondisi relokasi atau pembangunan perumahan khusus itu berada di Desa Sukarapih,” katanya.
Dalam pembangunan permahan khusus, kata Putu mengaku untuk kebutuhan listrik sudah diselesaikan dan pasokan air bersih itu dibuatkan sumur bor dengan bantuan Direktur Air Baku Kementrian PUPR.
“Untuk pasokan air bersih ini sedang dilakukan, sehingga warga prumahan khusus nanti bisa membutuhkan seperti biasanya,” ujarnya.
Kemudian pada tanggal 21 Juni 2021 nanti rencananya akan direskiman oleh Presiden RI, namun hal itu diundur dengan alasan belum jelas.
“Untuk alasannya tidak tahu, namun infromasi kami terima. Pembangunan bendungan masuk dalam agenda persemian Pak Presiden,” ujarnya.
Mengenai sarana baik fasilitas umum maupun social, Putu menyebut di lingkungan perumahan khusus itu telah terbangun sebuah Masjid, lembaga pendidikan dan gedung pertemuan masyarakat.
“Untuk fasos atau fasum selian tadi, ada satu unit bangunan poskesdes dan memiliki jalan sepanjang 2800 meter dengan lebar 4 meter. Sedangkan untuk perumahan itu ada dua tipe, yakni pertama sebanyak 25 unit dengan tipe 36 deret atau kopel dan ada sebanyak 419 unit dengan tipe 28 dengan bentuk bangunan deret juga,” katanya.
Dalam perjanjian kontrak kerja, kata Putu menyebut bahwa selesai pelaksaan itu pada tanggal 5 Juli 2021 dan untuk pembiayaan pengerjaan ini semua berdsasrkan kontrak multiyear.
“Jadi nanti pada 5 Juli itu akan dilakukan serah terima pekerjaan. Kemudian untuk status bangunan perumahan ini berdasarkan kebijakan sesuai berita acara itu pinjam pakai dengan batasan 10 tahun. Namun hal itu belum diputuskan regulasinya seperti bagiamana,” ungkapnya. (*)
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved