Breaking News:

Kejaksaan Jebloskan Oknum ASN di Indramayu ke Penjara, Soal Korupsi Proyek Embung, Ini Sosoknya

ASN yang dijebloskan ke penjara itu diketahui bernama Hadi Joko Pramono, Kepala UPTD BPP Haurgeulis dan Gantar Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
ist
Ilustrasi - Kejaksaan Jebloskan Seorang ASN di Indramayu ke Penjara, Soal Korupsi Proyek Embung, Ini Sosoknya 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu menjebloskan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) ke penjara.

ASN yang dijebloskan ke penjara itu diketahui bernama Hadi Joko Pramono, Kepala UPTD BPP Haurgeulis dan Gantar Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Indramayu, Iyuz Zatnika mengatakan, Hadi Joko Pramono terbukti bersalah setelah melakukan tindak pidana korupsi proyek embung di Desa Balareja, Kecamatan Gantar.

Dalam kasus itu, Hadi Joko Pramono sendiri diketahui merupakan salah satu anggota panitia pemeriksa dan penerima hasil pekerjaan.

Ia dianggap telah melanggar Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 52 tentang Petunjuk Operasional Pengelolaan Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pertanian. 

"Ia secara langsung turut serta dalam pekerjaan pembangunan yang seharusnya dilakukan secara Swakelola Padat Karya," ujar dia berdasarkan keterangan yang diterima Tribuncirebon.com, Jumat (2/7/2021).

Iyus Zatnika menjelaskan, kasus ini berawal dari adanya dana alokasi khusus tahun 2019 bagi Kelompok Tani (Poktan) Pasir Muncang II di Desa Balareja, Kecamatan Gantar.

Dimana pelaksanaannya ditetapkan swakelola berdasarkan Permentan.

Namun, terdakwa selaku pemeriksa pekerjaan di Dinas Pertanian itu justru membuat kesepakatan dengan ketua Poktan, Cala Afifudin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved