Breaking News:

Kantor BPBD Indramayu Digeledah, Ada Dugaan Korupsi BLT Covid-19, Komputer & Dokumen Penting Dibawa

Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu digeledah polisi, Kamis (1/7/2021).

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Foto istimewa/Jurnalis Indramayu Police
Polisi saat menggeledah Kantor BPBD Kabupaten Indramayu, Kamis (1/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu digeledah polisi, Kamis (1/7/2021).

Penggeledahan Kantor BPBD Indramayu tersebut diketahui sebagai tindak lanjut penyelidikan polisi soal kasus tindak pidana dugaan korupsi penyimpangan dana penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Indramayu.

Dugaan korupsi ini diketahui terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19 anggaran refocusing Pemkab Indramayu tahun 2020.

Baca juga: Imbas Puluhan Warga Binaan Terpapar Covid-19, Petugas Lapas Kuningan Pakai APD Saat Beri Pelayanan

Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Luthfi Olot Gigantara mengatakan, selain kantor BPBD, polisi juga melakukan penggeledahan terhadap sebuah toko material di wilayah Kecamatan Indramayu.

"Material ini menjadi salah satu tempat penyedia," ujar dia.

AKP Luthfi Olot Gigantara menyampaikan, dari hasil penggeledahan tersebut, polisi sudah mengamankan sejumlah barang.

Meliputi komputer dan dokumen-dokumen penting.

Dokumen itu diketahui soal perizinan pengadaan bantuan sosial Covid-19 yang diduga menjadi objek penyelewengan dugaan korupsi.

Baca juga: Aturan PPKM Darurat untuk Toko Kelontong & Pasar Tradisional, Suka Tak Suka Operasional Dibatasi

"Jadi untuk yang kami dalami saat ini adalah penyalahgunaan anggaran yang terjadi di BPBD Indramayu," ucapnya.

Masih disampaikan AKP Luthfi Olot Gigantara, sebagai tindak lanjut kasus tersebut, sementara ini, polisi juga sudah memeriksa sebanyak 5 orang saksi.

Adapun untuk total kerugian negara, pihak kepolisian belum bisa memberi keterangan lebih lanjut.

AKP Luthfi Olot Gigantara mengatakan, polisi masih harus menunggu keluarnya hasil penghitungan yang dilakukan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Sedangkan untuk tersangka, masih dalam penyelidikan," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved