Breaking News:

Virus Corona

Sekitar 3.300 Anak di Jabar Terinfeksi Covid-19 Seminggu Terakhir, Orangtua Harus Makin Waspada

Sejak awal pandemi Covid-19, tercatat 52.350 anak usia balita dan sekolah yang terkonfirmasi positif virus corona.

IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

Rismala menjelaskan, sebenarnya infeksi Covid-19 varian delta ini bisa menyebabkan gejala yang sangat bervariasi.

"Gejalanya (gejala Covid-19 pada anak) memang bisa bermacam-macam, tidak khas. Tapi banyak yang berhubungan dengan gangguan saluran cerna atau pernapasan," ucapnya.

Adapun, Rismala menuturkan beberapa contoh gejala Covid-19 yang umumnya terjadi pada anak akibat infeksi varian delta ini adalah:

  • Demam
  • Mencret 
  • Batuk
  • Pilek
  • Ruam-ruam di kulit

Selain, beberapa gejala di atas, berikut beberapa gejala Covid-19 pada anak yang umumnya terjadi, dilansir dari Mayo Clinic, 14 Mei 2021.

  • Demam
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Sulit bernapas
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Nafsu makan menurun
  • Kehilangan rasa atau bau
  • Sakit perut

Jika anak mengalami beberapa gejala Covid-19 atas, ditegaskan Rismala, orang tua diimbau untuk tidak asal memberikan pengobatan sendiri.

Segeralah untuk menghubungi dokter atau fasilitas layanan kesehatan pertama di sekitar rumah Anda.

Kendati belum dipastikan anak Anda terpapar Covid-19, tetapi menjaga agar tidak terjadi indikasi gejala yang lebih buruk lagi akan lebih baik.

Oleh karena itu, upayakanlah juga agar anak Anda tidak keluar rumah, kecuali mendesak seperti untuk pemeriksaan medis.

Apa itu Varian Delta Covid-19?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggambarkan varian delta sebagai jenis virus corona tercepat atau lebih menular dan terkuat yang pernah ada.

Tak hanya itu, varian itu sangat mungkin menginfeksi banyak orang, terutama di negara atau daerah dengan tingkat vaksinasi Covid-19 yang rendah.

Hal ini tegaskan WHO pada Senin, 21 Juni 2021.

Varian delta yang pertama kali diidentifikasi di India, memiliki potensi menjadi lebih mematikan karena jangkauan penularan virusnya lebih besar dibanding barian lain.

Varian Delta 40 persen lebih menular dibanding varian alpha.

Satu orang yang terinfeksi varian delta dapat menularkan virus yang sama ke tujuh hingga delapan orang lainnya.

Sementara varian alpha memiliki angka reproduksi (R) 5,6.

Artinya satu orang yang terinfeksi varian alpha berpotensi menularkan virus ke lima hingga enam orang lainnya.

Orang yang terinfeksi varian original atau varian Wuhan, dapat menularkan virus ke tiga hingga empat orang lainnya.

"Selain penularan yang lebih luas, pada akhirnya (karena varian delta) kita akan melihat individu-individu yang rentang mengalami sakit parah, harus dirawat di rumah sakit, dan berpotensi meninggal," kata Mike Ryan, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO dalam konferensi pers, seperti dikutip dari CNBC News, Senin (21/6/2021). (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved