Breaking News:

Pelaku Pemukulan Sopir Ambulans RSUD 45 Kuningan Kini Harus Mendekam di Balik Penjara

, kata Danu menuturkan bahwa jenazah yang dibawa korban merupakan keponakan pelaku dan meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa
Pelaku pemukulan sopir ambulans RSUD 45 Kuningan DW (57) warga Desa Sukarapih, Kecamatan Cibeureum, Kuningan Jawa Barat, Selasa (29/6/2021) 

Penangkapan Pelaku

Petugas kepolisian Kuningan mengamankan dua warga Desa Sukarapih, Kecamatan Cibeureum, Kuningan Jawa Barat, Selasa (29/6/2021). Kedua warga itu diketahui melakukan tindakan kekerasan terhadap sopir mobil ambulans RSUD 45 Kuningan saat membawa jenazah pasien Covid-19 ke Desa Sukarapih.

Kapolsek Cibingbin IPTU Asep Alamsyah saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan bahwa penangkapan baru saja dilakukan terhadap dua warga tersebut.

"Iya Kang, barusan Magrib. Kami menangkap dua warga yang diduga melakukan kekerasan terhadap sopir ambulans rumah sakit umum," kata Asep kepada TribunCirebon.com, Selasa (29/6/2921).

Asep mengatakan, sebelumnya sopir ambulans itu melakukan pelaporan atas dugaan tindak kekerasan oleh warga Desa Sukarapih saat membawa pasien Covid-19 di desa tersebut.

"Untuk permasalahannya, sopir kena pukulan warga sehingga menimbulkan luka memar. Korban mengaku usai proses pengantaran jenazah langsung visum ke Puskemas dan datang ke Polsek untuk bikin laporan atas kekerasan yang korban alami," katanya.

Baca juga: Kapolda Jabar Minta Masyarakat Taat Protokol Kesehatan: Jangan Anggap Pandemi Covid-19 Ini Main-main

Baca juga: Majalengka Zona Merah Covid-19, 10 Kota/Kabupaten di Jabar Ini Juga Termasuk, Tetap Patuhi Prokes!

Baca juga: Sempat Diterpa Tsunami Covid-19, Pasien Corona di India Sembuh Karena Ikuti Panduan Penyembuhan Ini

Terpisah Direktur Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan, dr Deki Saefullah kepada Tribuncirebon.com mengatakan, kronologi singkatnya bahwa petugas sopir ambulans ini dituduh telah meng-covid-kan pasien meninggal tersebut.

Kejadian itu saat sopir mengantar pasien Covid-19 meninggal ke rumah duka keluarga meninggal tersebut.

"Ya, informasi kami terima. Sopir kami dituduh meng-covid-kan warga meninggal tersebut. Padahal, itu benar meninggal Covid19 setelah mendapat perawatan medis dan pasien meninggal itu memiliki riwayat penyakit paru - paru," katanya.

Adanya kejadian, Deki mengaku sangat prihatin atas sikap warga terhadap tim medis dalam melakukan penanganan Covid-19 di Kuningan.

"Kami sangat prihatin, jelas kami di sini lagi kerja keras melakukan penanganan pasien Covid-19. Malah ada warga lakukan tindak tidak terpuji pada tim medis," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved