Breaking News:

Pelaku Pemukulan Sopir Ambulans RSUD 45 Kuningan Kini Harus Mendekam di Balik Penjara

, kata Danu menuturkan bahwa jenazah yang dibawa korban merupakan keponakan pelaku dan meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa
Pelaku pemukulan sopir ambulans RSUD 45 Kuningan DW (57) warga Desa Sukarapih, Kecamatan Cibeureum, Kuningan Jawa Barat, Selasa (29/6/2021) 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Pelaku pemukulan terhadap sopir ambulans saat membawa jenazah Covid-19 kini meringkuk di tahanan Polres

Kuningan.

"Pelaku sudah ditangkap dan dikenakan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun," kata Kapolres Kuningan AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya melalui Kasat Reskrim AKP Danu Raditya Atmaja saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Rabu (30/6/2021).

Tindak pemukulan terjadi, saat Madhari Bin Wahid (52) yang bekerja sebagai sopir ambulans jenazah di RSUD 45 Kuningan bersama rekannya mengantarkan jenazah yang meninggal akibat Covid-19 ke Desa Sukarapih Kecamatan Cibereum.

"Pada saat korban menunggu di dalam mobil, tiba-tiba pelaku DW (57) datang menuju korban dan memukul korban dengan menggunakan kepalan tangan kanannya sebanyak 1 kali dan mengenai pelipis mata korban," katanya.

Motif dari pelaku adalah, kata Danu menuturkan bahwa jenazah yang dibawa korban merupakan keponakan pelaku dan meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

"Akan tetapi, pelaku tidak menerima jenazah keponakannya meninggal akibat Covid-19. Padahal hasil pemeriksaan dari pihak rumah sakit menyatakan bahwa jenazah tersebut meninggal akibat terpapar Covid-19. Hanya saja, pada saat kejadian korban memang tidak membawa surat keterangan kematian dan surat keterangan terpapar Covid-19," katanya.

Saat ini pelaku sudah kami amankan di Mapolres Kuningan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

"Ya kepada warga agar tidak main hakim sendiri sebelum mengetahui permasalahan yang sebenarnya. Sebelum bertindak bisa ditanyakan secara baik-baik terlebih dahulu kepada petugas kesehatan dari rumah sakit," katanya. (*)

Baca juga: Pelaku Pemukulan Perawat di Garut Ditangkap Polisi, Mengaku Emosi dan Minta Maaf

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved