Breaking News:

Siap Bertarung di Porda Jabar, Pordasi Kuningan Siap Buktikan Kemampuan Joki Kuda-kuda Kuningan

Ade Petruk optimistis atlet Pordasi Kuningan bisa meraih medali emas. Hal itu menyusul dengan pengalaman dalam keikutsertaan di Porda tahun sebelumnya

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Sejumlah warga memandikan kuda menjelang Jumat kliwon di saluran air surakatiga, Cikedung, Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Cabang Olahraga Persatuan Olahraga Kuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kuningan terus melakukan pelatihan berkuda sebagai persiapan penuh menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat, beberapa bulan mendatang, seusai lolos Babak Kualifikasi (BK).

Demikian hal itu dikatakan Ketua Cabor Pordasi Kuningan, H Ade Petruk saat FBL Tribun Jabar.id ditemui di lapang latih berkuda di kawasan Rumah Sakit Juanda - Kuningan, Senin (28/6/2021).

Ade Petruk optimistis atlet Pordasi Kuningan bisa meraih medali emas. Hal itu menyusul dengan pengalaman dalam keikutsertaan di Porda tahun sebelumnya dan setelah lolos dalam BK belum lama ini.

"Iya, tahun sebelumnya kami berhasil meraih satu medali emas, sebagai motivasi bagi tim Pordasi saat Porda sekarang, saya yakinkan untuk bisa meraih dua medali emas," ungkap Ade Petruk yang juga mantan atlet Pabsi dan Silat.

Baca juga: Lili Suherli Terpilih Kembali Secara Aklamasi Jadi Ketua Perpani Kuningan, Targetkan Emas di Porda

Baca juga: Persib Unggul 2-0 dari Porda Bandung di Babak Pertama, Laga Ujicoba Jelang Piala Menpora 2021

Saat mengikuti babak kualifikasi, Ade mengatakan, tim selama kurang lebih 11 hari secara penuh melakukan banyak persiapan jelang pelaksanaan BK di Pangandaran.

"Kemarin kita main di Legok Jawa Pangandaran dan berhasil mengalahkan atlet  Pordasi dari Kota / Kabupaten lainnya. Untuk mendapat hasil maksimal, kita di sana selama 11 hari.

Melakukan perawatan kuda, latihan jalan kuda dalam mengenalkan medan balap dan persiapan lainnya," ujarnya.

Dalam Pordasi ini, kata Ade Petruk, harus banyak mengeluarkan modal. Pasalnya, biaya untuk kuda itu lebih berat daripada pembinaan terhadap atlet atau joki.

"Jadi biaya itu relatif sangat mahal. Bayangkan saja, untuk pemeliharaan kuda saat akan bertanding jelas butuh waktu berhari-hari. Belum untuk beban hidup joki dan ground (awak kandang) yang biasa melayani kebutuhan kuda balap ini," ungkapannya.

Materi kuda balap, Ade Petruk mengatakan ini harus mendapat perawatan maksimal. Sebab, kuda ini tidak sama dengan kuda pada umumnya, yang biasa dijadikan mata pencaharian para kusir delman.

"Untuk kuda balap memang husus, dalam aturan lomba nanti juga jelas memiliki aturan. Seperti berat badan joki harus 55 kilogram dengan bebas usia dan bagi joki itu harus memiliki lisensi," katanya.

Memgenai kuda Pordasi Kuningan, Ade Petruk mengaku memiliki tiga ekor kuda siap ikut lomba dan sebanyak 4 joki alias atlet. "Ketiga kuda ini akan bermain di kelas berbeda. Seperti kelas sprint 1200 meter hingga 1500 meter," katanya.

Selama Pandemi Covid-19, Ade Petruk mengaku dalam pelaksanaan Babak Kualifikasi Porda di Pangandaran belum lama ini, cukup baik dan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

"Kemarin kami ikut BK itu dibuka Bupati Pangandaran dan benar sepi tidak ada penonton luar. Paling yang hadir itu dari Cabor Pordasi sebagai peserta yang sebelumnya juga telah diswab tes," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved