Breaking News:

Kesehatan

Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Kemenkes dan BPOM Ajak Masyarakat Konsumsi Obat Herbal Lokal

Di tengah melonjaknya kasus Covid-19, masyarakat diminta untuk mengonsumsi imunomodulator yang berasal dari tanaman-tanaman obat asli Indonesia.

Editor: Mumu Mujahidin
SHUTTERSTOCK/DANIEL DOP/via Kompas.com
Ilustrasi segelas Wedang Uwuh panas, minuman herbal Indonesia terbuat dari berbagai dedaunan kering. 

TRIBUNCIREBON.COM - Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia terus naik seiring dengan banyaknya kasus baru di sejumlah daerah di Indonesia.

Di tengah melonjaknya kasus Covid-19, masyarakat diminta untuk mengonsumsi imunomodulator yang berasal dari tanaman-tanaman obat herbal asli Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh Plt Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Arianti Anaya.

"Kalau pandemi ini berkepanjangan, tentu akan lebih bagus mengonsumsi obat herbal yang bahan bakunya dari dalam negeri.

Baca juga: Cara Mudah Turunkan Kolesterol Jahat dalam Tubuh, Konsumsi 6 Jenis Minuman Herbal Ini Secara Rutin

Semakin banyak obat modern asli Indonesia (OMAI) jenis fitofarmaka dicari masyarakat, maka suatu saat nanti kita tidak akan lagi bergantung pada obat-obatan berbahan baku impor," ujar Arianti dalam siaran persnya, dikutip Kompas.com, Jumat (25/6/2021). 

Ia menambahkan, sudah menjadi tugas Kemenkes untuk mengedukasi masyarakat dan tenaga kesehatan agar lebih yakin dan mencintai OMAI produksi dalam negeri. 

"Pandemi ini jadi momentum meningkatkan konsumsi OMAI. Namun untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat itu butuh waktu, sehingga kami berpikir perlu regulasi yang sifatnya memaksa," katanya. 

Menurut Arianti, saat ini instansinya tengah menyusun formularium khusus OMAI.

Sehingga nantinya obat-obatan herbal buatan dalam negeri bisa masuk dalam daftar obat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bisa diberikan kepada pasien peserta BPJS Kesehatan. 

Baca juga: Cara Mudah Turunkan Tekanan Darah Tinggi Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19, Coba 7 Cara Ini

Sementara itu Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisonal, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM Reri Indriani mengatakan, sejak Covid-19 mulai menyebar di Indonesia tahun lalu, permintaan OMAI fitofarmaka imunomodulator meningkat signifikan. 

Hal tersebut didorong oleh keinginan masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya terhadap serangan penyakit. 

"Ada peningkatan pengajuan berkas 35-40 persen untuk OMAI ini selama pandemi. Tugas Badan POM adalah mengawalnya mulai dari uji pra klinis, uji klinis dan memastikan semua proses produksinya memenuhi standar yang berlaku.

Namun, kami kemudian membuat kebijakan relaksasi untuk mempercepat waktu perizinannya sehingga bisa cepat diproduksi dan dikonsumsi masyarakat," kata Reri.

Baca juga: Cara Membuat Empon-empon, Minuman yang Bisa Perkuat Imunitas Tubuh untuk Cegah Virus Corona

Berita lain terkait Kesehatan

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved