Breaking News:

Lahan Terbatas, Penguburan Jenazah Covid-19 dalam Satu Lubang Sesuai Fatwa MUI Bisa Jadi Solusi

Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi akhir-akhir ini membuat jumlah pemakaman dengan prosedur Covid-19 kembali mencetak rekor.

tribun jatim/sofyan arif candra
ILUSTRASI - Proses pemakaman jenazah Covid-19 di Kabupaten Ponorogo 

TRIBUNCIREBON.COM- Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi akhir-akhir ini membuat jumlah pemakaman dengan prosedur Covid-19 kembali mencetak rekor.

Pada Kamis (24/6/2021, Jakarta memecahkan rekor jumlah pemakaman jenazah dengan prosedur tetap (protap) Covid-19.

Total ada 182 jenazah di DKI yang dimakamkan sesuai dengan protap Covid-19.

"182 (data jenazah dimakamkan prokes Covid). Ini data final yang sudah di-cleansing," kata Kapusdatin Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Ivan Murcahyo.

Di sisi lain, tingginya kasus kematian akibat Covid-19 itu juga menimbulkan permasalahan baru.

Lahan pemakaman yang tersedia, khususnya di DKI Jakarta, jumlahnya semakin menipis.

Apalagi selama 1,5 tahun pandemi Covid-19 melanda Indonesia, khususnya DKI Jakarta, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta telah memakamkan sebanyak 20 ribu jenazah dengan prosedur penanganan Covid-19.

Ini tentu mengancam jumlah ketersediaan lahan makam di Jakarta yang sudah semakin menipis.

Untuk mengantisipasi kasus kematian akibat Covid-19 yang terus melonjak itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ekonomi Syariah dan Halal, KH Sholahuddin Al-Aiyub, menyarankan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan pemakaman massal.

"Melihat kurangnya lahan untuk pemakaman korban Covid-19 di Jakarta, pemberlakuan pengukuran massal bisa dikaji. Artinya, mengubur beberapa jenazah dalam satu lubang. Ini sudah diatur di dalam fatwa MUI," kata Sholahuddin dikutip dari situs MUI, Sabtu (26/6/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved