Breaking News:

Bantuan Sempat Terputus, Adik Kakak Difabel Mendapat Bantuan Lagi di Saat Pandemi Covid-19

Dari setiap bulan, bantuan itu cair sebesar Rp 300 ribu, berawal pada tahun 2009 dan berakhir alias putus pada tahun 2017 akhir.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Budi (25) dan Salsa (18) merupakan saudara kandung yang diketahui memiliki keterbatasan alias Difabel tinggal di Desa Lengkong, Kecamatan Garawangi, Kuningan - Jawa Barat. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Dua kakak adik, Budi (25) dan Salsa (18), merupakan saudara kandung yang diketahui memiliki keterbatasan fisik alias difabel. Mereka tinggal di Desa Lengkong, Kecamatan Garawangi, Kuningan - Jawa Barat.

Saat ditemui di rumahnya, Sabtu (26/6/2021), Enab yang juga orang tua Budi - Salsa, menceritakan, hampir empat tahun pemerintah memutus bantuan tiap bulan untuk kebutuhan kedua anaknya.

Dari setiap bulan, bantuan itu cair sebesar Rp 300 ribu, berawal pada tahun 2009 dan berakhir alias putus pada tahun 2017 akhir.

"Tidak ada bantuan itu pada akhir tahun 2017 dan kami tidak tahu alasannya apa. Padahal sewaktu masuk data, kedua anak kami klaim dapat bantuan seumur hidup," kata Enab di sela penerimaan tamu dari Aktivis Sosial yang tergabung dalam Yayasan Cancer Support Kuningan.

Baca juga: 12 Ribu Dosis Vaksin Disiapkan untuk Vaksinasi Massal di Kabupaten Cirebon

Baca juga: UPDATE Gadis Cantik yang Pingsan Usai Divaksin Covid-19 di Majalengka, Sekdis Kesehatan: Sudah Baik

Baca juga: Ikuti Vaksinasi Massal Polresta Cirebon, Personel Soul ID, Tabib Qiu: Rasanya Happy

Enab tidak banyak bertanya kepada pemerintah baik tingkat RT, desa, hingga kantor dinas terkait soal  pemutusan bantuan dari pemerintah tersebut.

"Ya, dari situ. Saya tetap harus kerja untuk bisa memenuhi hajat hidup keluarga. Kerja saya gimana orang suruh saja, seperti cuci pakaian atau pekerjaan rumah tangga warga sekitar," ungkapnya.

Memasuki masa Pandemi Covid19, kata Enab mengaku dapat bantuan pemerintah tentang warga terdampak Covid-19. "Bantuan dari pemerintah selama Pandemi Covid19, itu sampai bulan Lebaran Idul Fitri kemarin, bantuan itu sebesar Rp 300 ribu an," katanya.

Memasuki akhir tahun 2020, kata Enab menambahkan ada bantuan turun dari Dinas Sosial kepada kedua anaknya berupa bantuan fisik.

"Bantuan datang dari Dinsos itu berupa ini, ada lemari etalase dan sejumlah isi dagangan, tujuannya kami disuruh berjualan di rumah saja," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved