Breaking News:

STOP Jangan ke Bandung Dulu! Ridwan Kamil: Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Zona Merah Covid-19

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung kembali masuk zona merah

Editor: dedy herdiana
Humas Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil memimpin Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin (18/1/2021) 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung kembali masuk zona merah atau kawasan risiko tinggi penyebaran Covid-19.

Sedangkan, 25 kota dan kabupaten lainnya di Jabar berstatus zona oranye atau risiko sedang.

"Mohon maaf berita tidak enak lagi. Per tanggal 24 Juni 2021, di minggu ini zona merah Jawa Barat adalah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung," kata Ridwan Kamil melalui akun instagramnya yang menunjukkan hasil analisis kerawanan dan risiko penyebaran Covid-19 dari Satgas Penanganan Covid-19, Kamis (24/6/2021).

Baca juga: VIRAL Ada Promo Paket Nginap di Hotel Bagi Pasien Covid-19 Berikut Harganya, Begini Kata PHRI Jabar

Ridwan Kamil mengatakan dengan demikian, wisatawan dan tamu yang kegiatannya tidak esensial dimohon untuk tidak mendatangi wilayah ini sampai tujuh hari ke depan. Hal ini untuk mengurangi penyebaran virus tersebut di Jabar.

"Warga di dua wilayah ini mohon maksimalkan berkegiatan di rumah masing-masing. Kurangi pergerakan sekunder apalagi tersier," katanya.

Kepada aparat setempat, kata Ridwan Kamil, dimohon terus mengedukasi masyarakat supaya menerapkan prorokol kesehatan dan menindak sesuai prosedur dan persuasif terkait protokol kesehatan 5M.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jabar Terus Melonjak, Wagub Uu Ruzhanul Ulum Akan Usulkan Locdown ke Ridwan Kamil

Kepada 25 wilayah lainnya di Jabar, Ridwan Kamil meminta tetap siaga, dan terus berupaya untuk menurunkan angka keterisian rumah sakit perawatan Covid-19 dengan menguatkan PPKM mikro dan isolasi nonrumah sakit.

Jabar tengah mengalami peningkatan kasus Covid-19 dengan signifikan. Posisi Jabar selalu menempati peringkat pertama atau kedua di tingkat nasional bersama DKI Jakarta.

Penambahan kasus baru Covid-19 di Jabar pada 24 Juni mencapai 3.053 kasus, pada 23 Juni mencapai 2.910 kasus, kemudian sebelumnya pada 22 Juni bertambah 3.432 kasus, pada 21 Juni 2.719 kasus baru, pada 20 Juni sebanyak 2.009 kasus, pada 19 Juni bertambah 2.104 kasus, pada 18 Juni bertambah 2.791 kasus, dan pada 17 Juni bertambah 2.800 kasus baru.

Baca juga: Ridwan Kamil Mulai Persiapkan Rumah Kontrakan Jadi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Sampai 24 Juni 2021, tercatat Jabar memiliki 35.717 kasus aktif atau pasien Covid-19 yang masih dirawat, terdapat 4.826 kasus kematian akibat Covid-19, dan angka kesembuhan mencapai 316.139. Dengan demikian, totalnya menjadi 356.682 kasus Covid-19 di Jabar.

Yang perlu diperhatikan adalah penambahan angka kematian akibat Covid-19 di Jabar, yakni bertambah 82 kasus kematian pada 24 Juni saja. Kemudian pada tanggal sebelumnya 38 orang, 69 kematian pada 22 Juni, dan 28 pada 21 Juni.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved