Breaking News:

Kasus Covid 19 di Jabar

Penambahan Kasus Covid-19 di Jabar Tinggi, Tapi Tak Ada yang Masuk Zona Merah, KBB Masuk Zona Oranye

Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat yang pada pekan lalu masuk zona merah atau risiko tinggi penyebaran Covid-19, kini kembali zona oranye

Editor: Machmud Mubarok
https://pikobar.jabarprov.go.id/
Data kasus penyebaran Covid-19 di Jabar per Kamis 24 Juni 2021. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Di tengah lonjakan angka kasus Covid-19 di Jawa Barat, aplikasi Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) serta Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) merilis peta sebaran atau zonasi risiko penyebaran Covid-19 di Jawa Barat.

Peta zonasi risiko per 23 Juni 2021 tersebut menyatakan bahwa Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat yang pada pekan lalu masuk zona merah atau risiko tinggi penyebaran Covid-19, kini kembali berstatus zona oranye atau risiko sedang penyebaran Covid-19.

Selain Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, sebanyak 24 kabupaten dan kota lainnya di Jawa Barat pun masuk zona oranye. Sedangkan Kabupaten Sukabumi yang pekan lalu masuk zona oranye, kembali menjadi zona kuning atau risiko rendah penyebaran Covid-19.

Padahal jika dibandingkan dengan pertambahan kasusnya, kini Jabar tengah mengalami peningkatan signifikan. Posisi Jabar selalu menempati peringkat pertama dan kedua di tingkat nasional, silih berganti dengan DKI Jakarta yang lebih sering memuncaki peringkat satu penyumbang kasus Covid-19.

Baca juga: Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Indramayu Terus Meningkat, Keterisian BOR Turun Jadi 86 Persen

Baca juga: KBM Tatap Muka di Majalengka Resmi Ditunda Pemerintah, Buntut Kasus Covid-19 yang Terus Melonjak

Baca juga: Gawat Indramayu Kekurangan Tenaga Kesehatan, 440 Nakes Terpapar Covid-19, Pemkab Bakal Rekruitmen

Penambahan kasus baru Covid-19 di Jabar pada 23 Juni misalnya, mencapai 2.910 kasus, kemudian sebelumnya pada 22 Juni bertambah 3.432 kasus, pada 21 Juni 2.719 kasus baru, pada 20 Juni sebanyak 2.009 kasus, pada 19 Juni bertambah 2.104 kasus, pada 18 Juni bertambah 2.791 kasus, dan pada 17 Juni bertambah 2.800 kasus baru.

Sampai 23 Juni 2021, tercatat Jabar memiliki 34.413 kasus aktif atau pasien Covid-19 yang masih dirawat, terdapat 4.744 kasus kematian akibat Covid-19, dan angka kesembuhan mencapai 314.427. Dengan demikian, totalnya menjadi 353.629 kasus Covid-19 di Jabar.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad, mengatakan bahwa peta sebaran atau zonasi risiko tersebut adalah hasil kajian dari Satgas Penanganan Covid-19 di ringkat nasional melalui BLC.

"Kriteria, variabel atau indikator, dan rumus, serta yang merilis zonasi adalah pusat, yaitu BLC," kata Daud melalui ponsel, Kamis (24/6).

BLC pun menyatakan bahwa peta zonasi risiko daerah dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved