Breaking News:

Indramayu Dinilai Darurat Perdagangan Orang, Puluhan Hingga Ratusan Kasus Ditemukan Setiap Tahunnya

Hingga pertengahan tahun 2021 saja, SBMI Cabang Indramayu mencatat sudah menerima sebanyak 29 kasus.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Paspor Dihayati (35), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Desa Salamdarma, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Minggu (20/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih menilai Kabupaten Indramayu darurat tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Hal ini dikarenakan banyaknya kasus yang menimpa para pekerja asal Kabupaten Indramayu, baik pekerja domestik maupun pekerja migran.

Juwarih mengatakan, aduan yang diterima SBMI Cabang Indramayu soal kasus yang menimpa Pekerja Migran Indonesia (PMI) jumlahnya rata-rata mencapai puluhan hingga ratusan.

Hingga pertengahan tahun 2021 saja, SBMI Cabang Indramayu mencatat sudah menerima sebanyak 29 kasus.

Paspor Dihayati (35), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Desa Salamdarma, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Minggu (20/6/2021).
Paspor Dihayati (35), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Desa Salamdarma, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Minggu (20/6/2021). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Kasus ini meliputi PMI yang meninggal dunia di negara penempatan, hilang kontak, gaji tidak dibayar, hingga mengalami kekerasan.

"Jumlahnya bisa ratusan lebih kalau kita jeli. Karena kan PMI unprosedural yang ditempatkan ke timur tengah itu jumlahnya sampai puluhan ribu, rata-rata per tahunnya kurang lebih 2-3 ribu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di Sekretariat SBMI setempat, Minggu (20/6/2021).

Juwarih menjelaskan, sampai dengan saat ini banyak PMI asal Kabupaten Indramayu yang ditempatkan ke timur tengah.

Seperti Abu Dhabi, Dubai, Arbil, dan lain sebagainya.

Lanjut dia, bahkan di masa pandemi sekarang ini, praktik pengiriman PMI secara ilegal masih tetap terjadi.

Baca juga: Kondisi Memilukan Dihayati, TKW Indramayu yang Sakit Kanker Sejak di Taiwan, Ungkap Permintaan Ini

Mereka dikirimkan ke timur tengah dengan menggunakan visa turis. 

Hasil penelusuran SBMI, pengiriman PMI ilegal ini biasanya dengan bekerja sama dengan pihak travel untuk memfasilitasi visa turis tersebut.

Dalam hal ini, ia juga meminta kepada pihak imigrasi lebih selektif dalam menyeleksi penumpang di Bandara.

"Seharusnya lebih selektif, karena kan kalau di turis beneran pasti tiketnya dua, dia pulang pergi. Tidak hanya satu tiket saja," ujar dia.

Pemerintah pun, dinilai Juwarih, harus memiliki peran aktif dalam melalukan perlindungan, penanganan, hingga pencegahan guna menekan banyaknya kasus yang ada di Kabupaten Indramayu.

Baca juga: Dihayati, TKW Indramayu Sakit Parah Saat Kerja di Taiwan, Kini Dikarantina di Wisma Atlet

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved