Breaking News:

14 Orang Karyawan Pabrik Positif Covid

Langkah Satgas Covid-19 Majalengka Tangani Ratusan Karyawan Pabrik Garmen yang Reaktif

pihaknya juga melakukan tracing kepada orang yang berkontak erat dengan karyawan yang berdomisili di wilayah Jatiwangi.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Kepala Puskesmas Loji Majalengka, Zaenal Arifin saat ditemui di depan pabrik garmen di Sumberjaya, Majalengka, Sabtu (19/6/2021). Ratusan karyawan pabrik garmen reaktif covid hasil tes cepat. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA -  Satgas Covid-19 Majalengka langsung bergerak cepat usai ditemukannya ratusan karyawan pabrik garmen yang dinyatakan reaktif hasil rapid tes antigen.

Selain menginstruksikan menutup sementara dari seluruh aktivitas yang biasa dilakukan, satgas Covid-19 kecamatan langsung memantau para karyawan yang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

"Dari kemarin kami sudah berkoordinasi dengan puskesmas di masing-masing domisili karyawan di luar Jatiwangi, untuk seintensif mungkin memantau perkembangan kesehatan karyawan," ujar Kepala Puskesmas Loji Majalengka, Zaenal Arifin, Sabtu (19/6/2021).

Selain itu, pihaknya juga melakukan tracing kepada orang yang berkontak erat dengan karyawan yang berdomisili di wilayah Jatiwangi.

Baca juga: Kronologi Ditemukannya Belasan Karyawan Pabrik di Sumberjaya Majalengka Positif Covid-19

Baca juga: 14 Karyawan Pabrik di Sumberjaya Positif Covid-19, Asal dari Beberapa Kecamatan, Juga dari Cirebon

Dibantu dengan pihak kecamatan, Polsek maupun Koramil setempat.

"Tentunya kami lakukan di Jatiwangi, karena di luar itu sudah ada puskesmas masing-masing yang akan tangani. Kami akan melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas," ucapnya.

Nantinya, jika memang kembali ditemukan orang reaktif dari hasil tracing, pihaknya akan meminta pemerintah desa setempat memantau perkembangannya.

Sembari memberi asupan makanan ditengah menjalani isolasi mandiri.

"Tidak menutup kemungkinan, kita akan melakukan tracing ke yang lebih luas, karena banyaknya karyawan yang berasal dari luar daerah," jelas dia.

Seperti diketahui, sebanyak 127 dinyatakan reaktif dari 1.900 karyawan di pabrik yang berada di Jalan Raya Jatiwangi-Cigasong tersebut.

Kasus itu berawal ketika salah satu karyawan mengalami kehilangan Indra penciuman.

Menyikapi hal itu, pihak pabrik langsung mentracing dan akhirnya menemukan 127 karyawan reaktif rapid tes.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved