Breaking News:

Inilah Kronologi Polisi Tangkap Pria Pembuat Konten Video Tidak Percaya Covid-19 di Kuningan

Petugas Kepolisian Sektor Ciwaru berhasil menangkap pria pembuat konten video tidak percaya Covid-19 di bengkel daerah setempat.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Pelaku pembuat konten video viral yang berisi tentang tidak percaya Covid-19 di Kuningan sudah diamankan polisi. 

Diketahui sebelumnya, kata Kapolsek Ciwaru mengemuka itu ada ucapannya dalam video berdurasi 2 menit 50 detik itu dianggap dapat memprovokasi masyarakat luas.

Ilustrasi virus Covid-19. Banyak yang belum tahu, penularan covid-19 lebih sering terjadi di rumah.
Ilustrasi virus Covid-19. Banyak yang belum tahu, penularan covid-19 lebih sering terjadi di rumah. (pixabay)

Bahkan banyak tenaga kesehatan yang tidak terima dengan pernyataan AS. Sehingga tidak sedikit informasi masuk dan minta izin untuk melakukan penangkapan oleh kalangan tenaga medis tersebut.

"Karena khawatir memprovokasi dan mencederai teman-teman nakes karena banyak juga nakes yang kemudian menghubungi kita karena tidak terima dengan ucapan pelaku.

Kemudian videonya memang langsung menyebar cepat dan bikin heboh," katanya.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Majalengka Terus Merangkak Naik, Hari Ini Muncul 86 Kasus Baru

Kapolsek Nurjani mengaku untuk sementara terduga pembuatan video itu sedang dilakukan pemeriksaan dan selebihnya di serahkan ke Mapolres Kuningan. "Tadi kita periksa dan kini sudah kami kirim ke Mapolres Kuningan," ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, warganet di Kuningan di hebohkan dengan menyebarnya video warga Kecamatan Ciwaru, Kuningan Jawa Barat ini tak percaya dengan penyakit Covid-19.

Dalam video berdurasi 2.50 detik itu kintan langsung viral dan menjadi perhatian warga. Seperti diketahui dalam WhatsApp Group Alumni 98, Irman mengatakan video ini tidak mengetahui persis latar belakang dalam pembuatan video tersebut.

"Saya tau video itu dalam group sekolah dan tidak tahu soal bagaimana dan kenapa orang membuat video ini," ujarnya.

Beda hal dengan Jahid yang juga aktivis Muhammadiyah Kuningan mengaku, munculnya video tersebut di ketahui juga tersebar di aplikasi Facebook. "Selain video menyebar di WA (WhatsApp), saya juga tahu video itu ada Facebook," katanya.

Melihatkan video dalam WhatsApp dengan di Facebook, kata dia, video ini diduga kuat di postingan oleh akun pribadinya. Dalam akun FB Facebook yang terdapat video itu memiliki nama Alam Tubles. "Videonya sama ya dengan di Facebook. Ini nama Facebooknya, Akam Tubless," katanya.

Baca juga: Cek Tarif Baru dan Alur Periksa Covid-19 dengan RT-PCR di RSUD Majalengka, Ada Penurunan Harga

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved