Breaking News:

Gadis di Bawah Umur Serahkan Kegadisannya Pada Pria yang Dikenalnya Lewat FB Demi HP Android

Dalam melancarkan aksinya, pelaku HM (20) membujuk Mawar untuk melakukan hubungan suami istri dengan dirayu akan dibelikan HP android.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunjabar.id/Padna
Saat konferensi pers berlangsung di Mapolres Banjar, Polda Jawa barat. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNCIREBON.COM, PANGANDARAN - Pelaku pencabulan terhadap gadis di bawah umur terjadi di wilayah Banjar, Jawa Barat.

Informasi yang dihimpun Tribunjabar.id, kejadian asusila bermula saat korban Mawar (samaran) berkenalan dengan pelaku melalui media sosial (Facebook).

Kemudian berpacaran dan pada akhirnya Mawar terbujuk rayuan untuk bertemu dengan pelaku bertempat di rumah pelaku HM. 

Dalam melancarkan aksinya, pelaku HM (20) membujuk Mawar untuk melakukan hubungan suami istri dengan dirayu akan dibelikan HP android.

Dan juga, akan dinikahi pelaku HM. Namun, pelaku HM tidak pernah menepati janji-janji manisnya tersebut. 

Kemudian, pada bulan Desember 2019 dilaporkanlah HM oleh orang tua Mawar ke Satuan Reserse Kriminal, Polres Banjar. Namun HM tidak pernah ada di rumah tinggalnya.

Beberapa waktu lalu akhirnya HM berhasil diamankan oleh Jajaran Satuan Reserse Kepolisian Polres Banjar di jalan raya Pangandaran simpang 3 Lampu merah Stasion wilayah Banjar

"Pelaku dapat diringkus, berawal dari informasi dari masyarakat bahwa HM ada di Banjar ," ujar Kapolres AKBP Ardiyaningsih dalam Konfrensi pers di Mapolres Banjar, Jum'at (18/6/2021).

Baca juga: Siswi SMP Dijemput Polisi dan Orang Tua di Sebuah Hotel Usai Disetubuhi Berkali-kali oleh Dua Pria

Pada bulan Agustus 2019, pelaku HM melakukan aksinya sendirian di rumah tersangka Kelurahan Karang Panimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar.

"Barang bukti selain Visum et revertum juga disita beberapa pakaian Mawar pada saat kejadian asusila."

"Dari barang bukti tersebut sudah cukup memproses pelaku HM untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya," ucap Ardiyaningsih. 

Ia menambahkan, saat ini pelaku dijerat Pasal 81 Jo Pasal 76E UU RI Np. 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana diubah dengan UURI No. 17  tahun 2016 tentang penetapan peraturan pengganti UU No. 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dan menjadi UU Jo Pasal 64 KUHPidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp.5.000.000.000,- (lima miliar rupiah).

Baca juga: Catat Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal dan Menggeser Libur Tahun Baru Islam dan Maulid Nabi

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved