Breaking News:

Virus Corona

Pasien Covid-19 Indramayu Meninggal di Mobil, Sempat Datangi 5 Rumah Sakit Tapi Semuanya Penuh

Pasien Covid-19 asal Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu meninggal dunia di dalam mobil bak karena terlambat mendapatkan penanganan

IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

Tak heran, kasus pasien yang kesulitan mendapatkan ruang perawatan juga tak cuma terjadi di Kabupaten Indramayu.

Di Kabupaten Garut, kemarin, seorang pasien asal Kampung Cibingbin, Desa Cirapuhan, Kecamatan Selaawi, juga terpaksa kembali dibawa pulang karena tak mendapatkan ruang perawatan.

"Dari Klinik Limbangan, ibu saya dirujuk ke rumah sakit karena menderita anemia akut. Tapi, semua rumah sakit yang saya datangi penuh. Malahan ada salah satu rumah sakit yang menawarkan ruangan yang di dalamnya ada pasien Covid-19.

Tentu saja saya tolak karena khawatir ibu saya tertular," ujar Nur Muhammad (31) yang kemarin mengantar ibunya mencari rumah sakit.

Nur mengatakan, ia sudah berkeliling ke RS Intan Husada, RSUD dr. Slamet, Annisa Queen, RS Nurhayati, dan Klinik Baiturrahman.

"Tapi, semuanya penuh."

Nur bahkan sempat membawa ibunya ke Rumah Sakit Cikopo Cicalengka. Namun, akhirnya pulang kembali ke Garut karena rumah sakit itu tak memiliki ruang rawat inap.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, semua rumah sakit di Garut, baik RS milik pemerintah maupun swasta memang dalam kondisi penuh.

"Kami juga buka empat puskesmas tapi penuh juga, kita berupaya semuanya agar tertangani," ujarnya, kemarin.
Helmi mengatakan, angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Garut sudah mencapai angka 2,6 persen.

"Hari ini yang positif ada 453, yang meninggal per laporan hari ini yaitu 15 orang," kata Helmi

. "Ini artinya, situasi penyebaran Covid di Garut telah berlangsung sangat masif." (handika rahman/sidqi al ghifari)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved