Breaking News:

Jamila Gendong Bayi Lari ke Hutan saat Gempa Berpotensi Tsunami Menggoyang Maluku Tengah

gempa bumi berpotensi tsunami dengan kekuatan magnitudo 6.1 guncang Kabupaten Maluku Tengah sempat membuat panik warga di pesisir pantai.

shutterstock
Ilustrasi Gempa 

Warga disini panik karena air tiba-tiba surut lalu setelah itu terjadi air naik (pasang),” kata Hamsal Kinlihu.

Saat getaran bumi terasa kuat, feeling warga sudah merasakan ada tsunami. Sehingga, mereka bergegas mengevakuasi diri.

Baca juga: Setelah Lewati 16 Musim Terbaik, Sergio Ramos Tinggalkan Real Madrid

“Panik sekali kita di sini mengira itu akan terjadi tsunami karena air tiba-tiba naik jadi kita lari dengan anak-anak ke lokasi ketinggian,” katanya.

Saat mengevakuasi diri, warga mengutamakan anak-anaknya tanpa membawa bekal banyak dari rumah.

“Saya lari dengan bayi saya dan dua anak saya yang masih kecil, setelah air pasang surut terjadi, kebetulan rumah kita di dekat pantai,” ujar Jamila Pati, warga Desa Tehoru lainnya.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Ambon Herlambang Hudha mengatakan, tsunami dengan skala kecil itu terjadi di Kecamatan Tehoru beberapa saat setelah gempa.

“Setelah terjadi gempa kita bandingkan cuma berselang dua menit, muncul tsunami tapi cepat sekali,” kata Herlambang.

Baca juga: Ada 13 Kali Gempa Susulan Goyang Maluku, Waspada Potensi Tsunami, BMKG Bilang Begini

Menurutnya, tsunami berskala kecil tersebut terjadi akibat longsoran bawah laut di wilayah itu.

“Kami dari BMKG dari awal kan sudah merilis tsunami, tsunami diperkirakan karena longsoran bukan karena mekanisme gempa yang menyebabkan tsunami tapi longsoran bawah laut, kami memperkirakannya itu,” ungkapnya.

Seharusnya, kata Herlambang, gempa bermagnitudo 6,1 yang mengguncang Maluku Tengah tak menimbulkan tsunami. Namun, tsunami terjadi karena ada longsoran bawah laut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved