Breaking News:

Wisawatan dari Jakarta Dilarang Masuk Kota Bandung Seminggu ke Depan, Lagi Tarik Rem Darurat Covid

kondisi Siaga 1 ini dipahami secara jelas bahwa Bandung Raya sedang menarik rem darurat untuk mengendalikan situasi penyebaran Covid-19.

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/M Syarif Abdussalam
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersilaturahmi dengan media Tribun Jabar di halaman belakang Gedung Pakuan, Selasa (15/6). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat dari luar Bandung Raya untuk tidak bepergian ke Bandung Raya dulu selama sepekan ke depan, termasuk berwisata. Hal ini disebabkan Bandung Raya tengah berstatus Siaga 1 Covid-19.

"Kami mengimbau agar tidak ada wisatawan yang datang ke Bandung Raya selama tujuh hari ke depan, sampai pengumuman selanjutnya. Khususnya pariwisata yang memang selalu ramai ada di KBB dan Kabupaten Bandung, kebetulan zona merah," kata Ridwan Kamil di Markas Kodam III Siliwangi, Selasa (15/6).

Oleh karena itu, kata Ridwan Kamil, ia mengimbau wisatawan yang mayoritas dari DKI Jakarta, untuk tidak datang ke Bandung selama tujuh hari ke depan. Sehingga, katanya, kondisi Siaga 1 ini dipahami secara jelas bahwa Bandung Raya sedang menarik rem darurat untuk mengendalikan situasi penyebaran Covid-19.

"PPKM Mikro kita sangat berhasil sampai Hari Salat Idulfitri, itu rumah sakit hanya 29 persen, rekor itu. Tiba-tiba lompatannya hanya dalam dua minggu dalam sebulan ini melompat ke 75 persen. Jadi kalau tadi Bandung Raya 84 persen, Jawa Barat adalah 75 persen, itu juga sama sudah melewati batas kritis 70 persen," katanya.

Baca juga: 9 Bulan Tak Dihuni, Gedung Isolasi Pasien Covid-19 Majalengka Akhirnya Ditempati Puluhan Santri 

Baca juga: Bandung Raya Siaga 1 Covid-19, Tempat Perawatan Penuh, Varian Baru Corona Diduga Sudah Masuk Bandung

Baca juga: Puluhan Santri di Pondok Pesantren di Majalengka Terpapar Covid-19, Ini Reaksi Kodim 0617 Majalengka

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, katanya, merekomendasi kepada pemerintah pusat supaya tidak mengadakan libur panjang berikutnya, yakni selama Iduladha. Peribadahan Iduladha dimohon diberi petunjuk pelaksanaannya sesuai syariat, hanya tang wajibnya dilakukan.

"Tapi tidak liburnya, tidak mudiknya. Karena terbukti libur mudik Idulfitri betul-betul destruktif ya dalam keterkendalian yang sudah sangat baik selama PPKM mikro," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Bandung Raya Siaga 1 Covid-19. Hal ini disebabkan dua daerah besar di Bandung Raya, yakni Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat kembali berstatus zona merah atau kawasan berisiko tinggi penyebaran Covid-19.

Selain pertimbangan dua zona merah tersebut, katanya, angka keterisian tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di semua rumah sakit di Bandung Raya sudah sangat kritis, yakni rata-rata mencapai 84,19 persen.

"Wilayah Bandung Raya kami nyatakan sedang Siaga 1, bukan Jawa Barat ya, tapi wilayah Bandung Raya, karena minggu ini dua wilayah besarnya zona merah, yaitu KBB dan Kabupaten Bandung. Kemudian wilayah Bandung Raya ini keterisian rumah sakit sudah melebihi standar WHO maupun nasional yang di angka 70 persen, sekarang Bandung Raya ini sudah 84,19 persen," kata Ridwan Kamil di Markas Kodam III Siliwangi, Selasa (15/6).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved