Breaking News:

Padahal Ada 12.715 Kursi SBMPTN 2021 yang Kosong, Tapi Tetap Tak Terisi, Ternyata Ini Penyebabnya

Sebanyak 12.715 kursi akhirnya tetap tak terisi karena tak diminati oleh para peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
(Dok. Kompas.com)
Para peserta ujian SBMPTN berbasis komputer (UTBK) di salah satu panitia lokal Jakarta Kampus UI Depok (8/5/2018) 

TRIBUNCIREBON.COM- Sebanyak 12.715 kursi akhirnya tetap tak terisi karena tak diminati oleh para peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021.

Pada pengumuman hasil SBMPTN, Senin (14/6), dari total 777.858 peminat SBMPTN 2021 dinyatakan lulus masuk perguruan tinggi negeri, hanya 184.942 peserta yang dinyatakan lolos SBMPTN.

Padahal, daya tampung masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lewat SBMPTN 2021 sebanyak 197.657 kursi.

Ketua Tim Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Moh Nasih mengatakan kursi SBMPTN 2021 yang kosong itu adalah hasil akumulasi dari berbagai perguruan tinggi yang program studinya sepi peminat.

Salah satunya, kata Nasih, di Institut Seni Budaya (ISBI) Tanah Papua. Dari daya tampung sekitar 1.000 orang, peserta yang daftar tidak sampai 100 orang.

"Mau dipenuhi dari mana? Diterima semuanya juga masih belum terpenuhi kuotanya. Jadi tidak kita jual kursi itu, tidak akan juga ada yang mau beli, bahkan gratis pun harus melakukan banyak sosialisasi lagi dalam menggaet peserta," ujarnya dalam konferensi pers Pengumuman Hasil SBMPTN 2021 secara daring, Senin (14/6).

Nasih mengatakan, perguruan tinggi yang ikut serta di SBMPTN 2021 memang semakin beragam dan semakin banyak, terdiri dari 74 universitas dan institut negeri, 12 sekolah vokasi dan 40 politeknik negeri dan 11 perguruan tinggi keagamaan yang berada di bawah Kementerian Agama.

"Ini perluasan yang sangat besar karena tahun sebelumnya politeknik belum ikut. Tahun ini juga diikuti program vokasi D4. Tentu harapannya tahun akan datang kepesertaan dari UTBK dan SBMPTN akan lebih luas lagi," ujarnya.

Namun, dibandingkan dengan jumlah peserta SBMPTN secara keseluruhan, Nasih mengakui, daya tampung di SBMPTN sangat terbatas. Karena itu ia meminta peserta yang tidak lulus untuk tidak putus asa.

"Saya yakin semua peserta SBMPTN adalah orang yang pandai, pintar, cerdas dengan nilai yang bagus. Hanya memang nilai itu harus kita urutkan dan ada yang lebih bagus lagi," katanya.

Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nizam. Nizam menyampaikan selamat kepada siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri lewat jalur SBMPTN.

“Untuk yang belum diterima, ini bukan akhir dari perjalanan, masih ada kesempatan melalui jalur mandiri dan tentu juga pendaftaran ke perguruan tinggi swasta masih sangat terbuka lebar,” katanya.

Jalur mandiri ini ditetapkan oleh masing-masing kampus. Pada beberapa PTN, nilai UTBK pun dapat digunakan untuk mengikuti seleksi mandiri.(tribun network/fah/dod)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved