Breaking News:

Satgas Ungkap Penyebab Lonjakan Covid-19 di Indramayu, Angka Kematian Terus Bertambah

ia menampik lonjakan kasus disebabkan oleh pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak pada 2 Juni 2021 kemarin.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, Jumat (12/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sudah sepekan, lonjakan kasus Covid-19 terus terjadi di Kabupaten Indramayu.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara pun tidak menampik kondisi demikian.

Menurut Deden Bonni Koswara, lonjakan kasus ini mulai terasa sejak 7 Juni 2021 sampai dengan sekarang.

"Sekarang total kasus sudah 9.092 orang, ada penambahan 54 orang pada hari kemarin Minggu (13/6/2021)," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (14/6/2021).

Baca juga: Satu Kampung di Purwakarta Dilockdown, Warga Pulang dari Pernikahan di Luar Daerah Positif Covid-19

Baca juga: Pemprov Jabar Siapkan Aturan Pengetatan Aktivitas Masyarakat Demi Kendalikan Lonjakan Kasus Covid-19

Baca juga: Pentingnya Disiplin Penerapan Prokes dalam Keluarga dan Batasi Pergerakan untuk Cegah Covid-19

Deden Bonni Koswara mengungkap lonjakan kasus Covid-19 bisa terjadi di Kabupaten Indramayu.

Dalam hal ini, ia menampik lonjakan kasus disebabkan oleh pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak pada 2 Juni 2021 kemarin.

Menurutnya, lonjakan kasus ini justru disebabkan oleh kerumunan dan liburan yang dilakukan oleh masyarakat.

Kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan pun dinilai sudah sangat kurang.

"Yang paling bahaya, sekarang ini ketidakpedulian masyarakat terhadap Covid-19 semakin tinggi," ujar dia.

Lonjakan kasus yang terjadi di Kabupaten Indramayu pun dapat terlihat dari jumlah pasien yang sekarang ini menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri.

Jumlahnya sampai dengan hari kemarin, ada sebanyak 705 pasien yang masih menjalani perawatan.

Angka pasien yang meninggal dunia pun semakin tinggi, ada penambahan sebanyak 9 orang meninggal kemarin.

Sehingga total pasien yang meninggal dunia tercatat ada sebanyak 219 orang.

"Intinya kita harus bersama-sama, berkolaborasi dan bersatu padu dalam menghadapi Covid-19 ini," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved