Breaking News:

Persibmania

Pelatih Persib Angkat Bicara Soal Kritik Bobotoh Terkait Reaksi Pemain dalam Insiden Frets & Gilang

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, akhirnya buka suara setelah para pemainnya mendapat kritikan dari bobotoh

Editor: dedy herdiana
TribunJabar.id/Ferdyan Adhi Nugraha
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, setelah memimpin latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (24/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, akhirnya buka suara setelah para pemainnya mendapat kritikan dari bobotoh terkait reaksinya, dalam insiden Frets Butuan dan Gilang Ginarsa

Ketika Frets Butuan diterjang bagian kepalanya oleh bek Persikabo, Gilang Ginarsa saat beruji coba, pekan lalu, para pemain tidak bereaksi.

Bobotoh menilai, para pemain Persib lain tidak punya keberanian untuk memberikan peringatan keras kepada Gilang Ginarsa setelah melakukan terjangan yang sangat berbahaya kepada Frets.

Baca juga: Persib Siap Hadapi Piala Wali Kota Solo, Robert Alberts Siapkan Latihan Mental

Namun pandangan lain disampaikan Robert yang menurutnya, reaksi anak asuhnya patut dipuji karena tidak melakukan hal-hal yang buruk setelah kejadian.

"Saat Frets mendapat terjangan yang sangat buruk, sangat bagus reaksi yang ditunjukkan oleh pemain kami. Pemain kami tidak bereaksi dengan melakukan kekerasan, pemain kami langsung melindungi rekan yang terjatuh, mereka menjauhkan pemain Tira," ujar Robert dalam wawancara virtual setelah memimpin latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (14/6).

Dia pun senang karena setelah kejadian tersebut, tim medis langsung masuk ke lapangan untuk mengambil tindakan secara cepat.

Pelatih asal Belanda itu pun membandingkannya dengan apa yang terjadi kepada penggawa Timnas Denmark, Christian Eriksen yang mengalami kolaps saat bermain menghadapi Finlandia di Euro 2020.

"Jika melihat apa yang terjadi di Euro terharap Eriksen, mereka langsung melindungi temannya, memberi ruang bagi tim medis untuk melakukan tindakan, menjauhkan pemain lain, menjaga privasi rekan setimnya agar tim medis bisa melakukan tugasnya. Tim kami juga melakukan itu ketika menghadapi Tira," katanya.

Di samping itu, Robert mengungangkapkan alasan Persib mengizinkan Tira Persikabo untuk kembali bermain dengan 11 orang ketika Gilang mendapat kartu merah saat insiden dengan Frets.

"Normalnya Tira bermain dengan sepuluh pemain sekitar satu jam. Tapi Itu bukan filosofi kami, ini latih tanding jadi kami mengizinkan Tira untuk memasukan pemain lain agar tetap bermain sebelas melawan sebelas. Jadi ini yang kami lakukan," katanya.

Dia pun tak ingin pertandingan uji coba yang seharusnya menjadi ajang pemanasan sebelum tampil di kompetisi berubah seperti arena pertempuran berkat ribut antar pemain.

"Persib Bandung adalah contoh yang bagus terutama di pramusim. Bukan tentang hasil tapi membangun rasa respek pemain kepada tim lain dan melindungi pemain sendiri," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved