Breaking News:

Hilang Dicari Ibunya, Gadis di Bawah Umur Dibawa Pemuda, Dicekoki Miras Lalu Disetubuhi di Kontrakan

Sementara korban pencabulan merupakan gadis di bawah umur berinisal RAP (16) yang juga merupakan warga dari Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.

Editor: Mumu Mujahidin
Trbunjabar.id/Dwiky Maulana Vellayati
RS Pelaku Pencabulan di Bawah Umur di Giring Menuju Ruang Tahanan Polres Purwakarta 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Purwakarta, Dwiky Maulana Vellayati.

TRIBUNCIREBON.COM, PURWAKARTA - Sat Reskrim Polres Purwakarta berhasil menangkap pelaku pencabulan gadis di bawah umur yang terjadi di wilayah Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.

Pelaku pencabulan berinisial RS (21) warga Kecamatan Plered harus mendekam di jeruji besi.

Sementara korban pencabulan merupakan gadis di bawah umur berinisal RAP (16) yang juga merupakan warga dari Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.

Kejadian pencabulan kali ini terjadi pada Rabu (02/6/2021).

RS Pelaku Pencabulan di Bawah Umur di Giring Menuju Ruang Tahanan Polres Purwakarta
RS Pelaku Pencabulan di Bawah Umur di Giring Menuju Ruang Tahanan Polres Purwakarta (Trbunjabar.id/Dwiky Maulana Vellayati)

Kanit PPA Polres Purwakarta Aiptu Agus Permana membenarkan atas kejadian tersebut yang pada kali ini sedang dilakukan proses lebih lanjut.

"Awal mulanya pada hari Rabu tanggal 2 Juni 2021, kita menerima laporan dari ibu korban atas nama A yang dimana melaporkan bahwa anak perempuannya hilang belum pulang kerumah," katanya saat ditemui di Polres Purwakarta, Senin (14/6/2021).

Setelah di telusuri ternyata korban yang masih merupakan satu kampung dengan pelaku tersebut sedang berada di salah satu kontrakan dan kedapatan sedang bersama pelaku.

"Kemudian setelah itu ternyata korban sedang bersama salah satu pria berinisial RS yang tidak lain adalah pelaku pencabulan tersebut," ujarnya.

Baca juga: Ayah di Tuban Tega Setubuhi Anak Kandung 4 Kali, Korban Minta Saudaranya Rekam Aksi Bejat Pelaku

Dari pengakuan pelaku, tambah Agus, pada saat kejadian pelaku yang sedang bersama teman-temannya tersebut mengaku mencekoki korban dengan cara menyuruh meminum minuman keras jenis gingseng, setelah itu pelaku langsung menyetubuhi korban sebanyak 1 kali.

"Setelah di introgasi bahwa korban sudah disetubuhi dan di cekoki minuman keras," tambahnya.

Akibat perbuatannya pelaku di jerat Pasal 81 ayat (1) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved