Breaking News:

Anaknya Tewas Tersambar Petir Saat Berlatih Sepak Bola, Syarifulloh Berusaha Ikhlas

Z dan temannya, R (18), tewas ketika petir menyambar lapang sepak bola Gunung Kialir, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jumat (11/6) sore.

Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa
Syarifulloh (kanan) sudah bisa tersenyum saat dilayat Plt Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf, Minggu (13/6). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Syarifulloh Suryana, ayah kandung almarhum Z (15), korban tersambar petir saat latihan sepak bola, sudah bisa tersenyum, Minggu (13/6).

Siang itu rumah Syarifulloh di Kecamatan Cihideung kedatangan Plt Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf, untuk melayat.

Z dan temannya, R (18), tewas ketika petir menyambar lapang sepak bola Gunung Kialir, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jumat (11/6) sore.

Saat itu puluhan siswa SSB Putra Junior tengah berlatih.

Namun baru memasuki sesi pemanasan turun hujam rintik disusul petir menyambar.

Saat musibah terjadi, Syarifulloh tengah menyaksikan anaknya berlatih.

Ia langsung syok mengetahui salah satu korban adalah Z, anak kandungnya.

Syarifulloh tampak banyak tersenyum saat menerima orang nomor satu di Kota Tasikmalaya ini.

Yusuf pun membesarkan hati Syarifulloh dan memohon maaf baru bisa melayat karena sedang dinas luar kota.

Baca juga: INI yang Tejadi, Ketika Sang Ayah Saksikan Sendiri Anaknya yang Sedang Latihan Bola Tersambar Petir

"Saya kemarin tugas ke Bandung, kemudian ke Semarang dan baru pulang tadi malam. Jadi baru bisa melayat hari ini," ujar Yusuf.

Syarifulloh sempat menceritakan bagaimana anak kandungnya terkena musibah, karena saat itu ia berada di lokasi.

Sebelum pamit, Yusuf sempat menyerahkan bantuan kepada keluarga korban.

Rombongan Plt kemudian menuju rumah keluarga korban R.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved