Breaking News:

Prostitusi Online

Siswi SMP Pemeran Video Open BO di Tasikmalaya Alami Trauma dan Dikembalikan ke Keluarganya

Video telanjang perempuan muda berusia 15 tahun itu sempat heboh di Tasikmalaya melalui jejaring medsos chating WA.

Tribunnews
Ilustrasi - Siswi SMP Pemeran Video Open BO di Tasikmalaya Alami Trauma dan Dikembalikan ke Keluarganya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Pemeran video telanjang gadis di bawah umur yang seolah menjajakan diri dengan menyebut "open BO" akhirnya dikembalikan ke keluarganya.

Video telanjang siswi SMP berusia 15 tahun itu sempat heboh di Tasikmalaya melalui jejaring medsos chating WA.

Awalnya muncul di wilayah Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya.

Kemudian menyebar hingga ke wilayah Kota Tasikmalaya.

"Demi masa depan si anak, kami sepakat mengembalikan yang bersangkutan ke keluarganya untuk dididik dengan baik," kata Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, Kamis (10/6).

Baca juga: Siswi SMP di Tasikmalaya Ngaku Ketagihan Seks Usai Video Open BO nya Viral, Ini Tanggapan KPAI

Lagipula, lanjut Ato, dari hasil penyelidikan polisi dan pihaknya, tidak ada bukti bahwa korban pelaku bisnis prostitusi.

"Dia bilang open BO hanya iseng, tidak ada maksud menjajakan diri," kata Ato. Istilah open BO sendiri disebut-sebut sebagai kode penawaran praktek prostitusi.

Ato menyebutkan, penyerahan anak kepada keluarganya dilaksanakan Rabu (9/6), atas persetujuan Polres Tasikmalaya serta unsur pemerintah.

"Yang bersangkutan sempat diamankan di Polres Tasikmalaya, dan kini sudah kembali ke rumahnya untuk dibina," ujar Ato.

Kendati sudah dikembalikan, pihak KPAID tetap melakukan pemantauan. Terutama terhadap perkembangan psikisnya.

Baca juga: Anggota KKB Papua Menembaki TNI Polri yang Berpatroli, Akhirnya Tertembak Saat Sembunyi di Honai

"Saat videonya menyebar, korban langsung syok dan trauma karena malu. Jadi walau sudah bersama keluarga, kami tetap memantaunya," kata Ato.

Ia berharap kasus tersebut bis menjadi pelajaran berharga par orang tua. Pasalnya ulah korban karena kurangnya perhatian keluarga.

Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved