Breaking News:

Desa Miliarder di Kuningan

Rumah-rumah Warga di Desa Miliarder Dihancurkan Sampai Rata Tanah, Berikut Fakta & Penjelasan Kades

Sejumlah bangunan rumah di desa miliarder, yaitu Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kuningan Jawa Barat, dirobohkan hingga rata dengan tanah

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Sejumlah bangunan rumah di desa miliarder, yaitu Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kuningan Jawa Barat, dirobohkan hingga rata dengan tanah, Kamis (10/6/2021).  

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Sejumlah bangunan rumah di desa miliarder, yaitu Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kuningan Jawa Barat, dirobohkan hingga rata dengan tanah, Kamis (10/6/2021).  

Perobohan rumah warga tersebut, ternyata sengaja dilakukan warga atau masing–masing pemilik rumah di desa setempat.

“Memang bangunan rumah di desa kami dihancurkan hingga rata dengan tanah ini oleh pemilik rumahnya sendiri,” kata Kusto Kepala Desa Kawungsari saat di konfirmasi melalui sambungan selulernya, Kamis (10/6/2021).

Penghancuran bangunan rumah warga, kata Kusto sesuai dengan permintaan pemerintah saat melaunching atau meresmikan Waduk Kuningan.

“Iya, dalam waktu dekat ini Waduk Kuningan akan beroperasi sebagai lumbung air.  Kaitan dengan bangunan rumah dihancurkan ini sesuai arahan pemerintah juga. Sebab saat Waduk Kuningan berisi jutaan volume air, di dasar embung itu tidak boleh ada bangunan apapun,” ujarnya.

Baca juga: 444 Unit Rumah Relokasi Hampir Rampung, Warga Desa Miliarder Kuningan Siap Pindah ke Desa Sukarapih

Baca juga: Anggota DPRD Kuningan Minta Satgas Covid-19 Perhatikan Warga Desa Miliarder yang Masuk Zona Merah

Baca juga: Ada Warga Desa Miliarder di Kuningan Positif Covid-19, Jalan dan Fasilitas Disemprot Disinfektan

Seraya melakukan penghancuran bangunan rumah, Kusto mengaku beberapa warga juga telah pindah ke permukiman baru, yakni perumahan di Desa Sukarapih, Kecamatan Cibingbin.

“Kalau bongkar rumah ini sudah beberapa hari dilakukan warga, kemudian beberapa warga juga ada yang telah bersiap membawa barang – barang untuk menempati rumah baru di Sukarapih,” ujarnya. 

Menyinggung soal perasaan warga, orang nomor satu di Desa Kawungsari ini mengatakan, masalah perasaan pasti tidak lepas dari suka duka. Apalagi warga angkat kaki dari kampung kelahiran ini untuk selama- lamanya.

“Ya perasaan pasti suka duka. Tapi harus bagaimana lagi, d isatu sisi harus taat terhadap pemerintah dan di satu sisi tentang tanah kelahiran dan kebanggaan,” ujarnya. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved