Breaking News:

Begini Guru di Majalengka Atasi Kejenuhan Belajar Anak Usia Dini di Rumah Saat Pandemi Covid-19

kegiatan belajar yang dialami anak usia dini dilakukan di rumah dengan bimbingan guru bekerja sama dengan orang tua sudah menginjak 2 tahun.

Istimewa
Kepala Sekolah RA Al Ikhlashiyah, Desa Sukaraja Wetan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Emiyati. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Wabah pandemi Covid-19 berdampak pada sistem pembelajaran dalam jaringan (Daring), luar jaringan (Luring) hingga ada lagi istilah unik yang menggelitik di telinga, yaitu Gurling (guru keliling).

Tidak terasa kegiatan belajar yang dialami anak usia dini dilakukan di rumah dengan bimbingan guru bekerja sama dengan orang tua sudah menginjak 2 tahun.

"Selama kegiatan belajar di rumah, anak-anak dirasa kurang maksimal karena faktor kondisi, suasana lingkungan berbeda dengan sekolah," ujar Emiyati seorang Kepala Sekolah RA Al Ikhlashiyah, Desa Sukaraja Wetan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Kamis (10/6/2021).

Menurutnya, hal itu dipicu karena kebiasaan anak belajar di sekolah bersama dengan guru, berkumpul dan bermain dengan teman sebayanya, bermain bebas di kelas dan halaman sekolah, makan bersama dengan guru dan anak anak yang lain. Kini kebiasaan itu tidak ada lagi.

Di depan mata anak, hanya orang tua dan keluarga yang menemani, tempat sekeliling rumah yang menjenuhkan, suasana rumah yang membuat anak tidak betah.

"Kegiatan belajar mengajar yang diberikan ibu atau bapak atau keluarga yang tidak menarik, cenderung memaksa. Penyampaian materi yang kurang menarik, alat dan bahan yang terbatas begitu pun sarana dan prasarana yang tidak layak disebut kelas," jelas Emiyati.

Kemudian Emiyati memaparkan, latar belakang orang tua murid yang berbeda beda pendidikannya, ketidaksabaran orang tua dalam mendidik dan mengajar anak serta orang tua yang tidak siap dengan situasi dan kondisi masa pandemi seakan dipaksakan mendidik dan mengajar anaknya.

Baca juga: Guru SMA Dibunuh Secara Sadis oleh Pacar Sesama Jenisnya Lantaran Punya Pacar Lain, Ini Kronologinya

Menurutnya, munculnya permasalahan tersebut secepatnya perlu diselesaikan dan harus ada solusinya.

Supaya anak bisa senang bermain dan belajar di rumah. Dia menyebutkan, ada tiga faktor yang mempengaruhi kejenuhan anak bermain di rumah.

Halaman
12
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved