Breaking News:

Almumtaz Minta Hakim Memutus Perkara Rizieq Shihab Berdasar Keadilan Bukan Kepentingan Politik

Mereka unjuk keprihatinan atas tuntutan hukuman penjara 6 tahun terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam sidang kasus pelanggaran prokes di Jakarta.

Istimewa
Perwakilan Almuntaz menyerahkan surat keprihatinan atas sidang tuntutan HRS kepada DPR RI melalui DPRD Kota Tasikmalaya, Kamis (10/6) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Warga Kota Tasikmalaya yang tergabung dalam aliansi aktivis dan masyarakat muslim Tasikmalaya (Almumtaz) mendatangi gedung DPRD setempat, Kamis (10/6).

Mereka unjuk keprihatinan atas tuntutan hukuman penjara 6 tahun terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam sidang kasus pelanggaran prokes di Jakarta.

Mereka menilai tuntutan JPU tersebut tidak berdasar azas keadilan tetapi cenderung demi kepentingan politik.

"Karena kasusnya menimpa seorang mantan Ketua Umum FPI yang kini dilarang, maka tuntutannya pun seperti itu. Menurut kami sangat tidak berkeadilan," kata Ustad Yanyan, anggota Almumtaz.

Baca juga: Habib Rizieq Shihab: Apa TWK Bentuk Balas Dendam Neo PKI terhadap Umat Islam?

Kedatangan puluhan anggota Almumtaz diterima Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Agus Wahyudin, beserta jajaran.

Berbeda dengan kasus sama yang dialami para pejabat maupun artis, lanjut Ustad Yanyan, mereka malah lolos dari jeratan hukum.

"Padahal dalam kegiatan mereka juga sama saja banyak kerumunan. Di mana rasa keadilan penerapan hukumnya," kata Ustad Yanyan.

Melihat kondisi seperti itu, Almumtaz berharap hakim yang mengadili HRS bisa memutuskan perkaran tersebut yang benar-benar berdasarkan azas keadilan.

"Bahkan menurut penilaian kami, HRS pantas dibebaskan dari segala hukuman, sama seperti para pejabat dan artis yang bikin kerumunan," ujar Ustad Yanyan.

Halaman
123
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved