Breaking News:

Wabup Wahyu Tjiptaningsih Harapkan Nakes Puskesmas se-Kabupaten Cirebon Bisa Autopsi Verbal

Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih, berharap para tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas se-Kabupaten Cirebon mampu mengautopsi verbal.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/ Ahmad Imam Baehaqi
Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih, saat menyampaikan sambutan dalam Workshop Autopsi Verbal, Sertifikasi Medik Penyebab Kematian, dan Pengkodean ICD X Data Mortality di Hotel Prima, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Selasa (8/6/2021) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih, berharap para tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas se-Kabupaten Cirebon mampu mengautopsi verbal.

Terlebih mereka telah mengikuti Workshop Autopsi Verbal, Sertifikasi Medik Penyebab Kematian, dan Pengkodean ICD X Data Mortality di Hotel Prima, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Selasa (8/6/2021).

Wanita yang akrab disapa Ayu itupun berkesempatan membuka secara langsung kegiatan yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tersebut.

Baca juga: Kabupaten Cirebon Jadi Daerah Pertama di Jabar yang Mengetahui Angka Kematian Ibu dan Bayi

"Workshop ini untuk menguatkan sistem pencatatan kelahiran, kematian dan penyebab kematian di Kabupaten Cirebon," ujar Wahyu Tjiptaningsih saat ditemui usai kegiatan.

Ia mengatakan, data-data tersebut sangat diperlukan dalam autopsi verbal sehingga diharapkan para nakes dapat melakukannya.

Pasalnya, kelahiran dan kematian harus dicatat di sistem pencatatan sipil dan merupakan sumber data statistik yang baik dalam proses autopsi verbal.

Menurut dia, hal tersebut juga sesuai amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Tahun 2013 Nomor 24 tentang Administrasi Kependudukan.

Namun, Ayu mengakui peraturan perundang-undangan itupun belum berjalan sepenuhnya secara baik.

"Pencatatan masih kurang dan hanya sebatas pada mereka yang mengajukan pengurusan akta kelahiran," kata Wahyu Tjiptaningsih.

Baca juga: DPPKB Kota Cirebon Optimistis Raperda Ketahanan Keluarga Selaraskan Banyak Hal

Ayu menyampaikan, data kepependukan seperti kartu identitas anak, kartu keluarga, dan kartu kematian tidak terdapat pada catatan sipil.

Pasalnya, masyarakat tidak merasakan manfaatnya dengan melaporkan dan mencatatkan kejadian semacam itu dalam sistem pencatatan sipil. 

Selain itu, untuk mendapatkan data kematian dan kelahiran yang akurat diperlukan adanya integrasi sumber data dari berbagai sektor sehingga sumbernya lebih lengkap

"Di antaranya, disdukcapil, kesehatan, kepolisian, BPJS, dan pemda, sehingga semua informasi dari catatan sipil akan menjadi sumber statistik hayati yang terpercaya," ujar Wahyu Tjiptaningsih.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved