Breaking News:

Pemda KBB Akhirnya Turun Tangan, Bantu Selesaikan Keluhan Warga Terdampak Pengeboman Terowongan KCIC

Pemkab Bandung Barat akhirnya turun tangan untuk menyelesaikan keluhan warga g yang terdampak blasting Tunnel 11 proyek KCIC

Istimewa
Pekerjaan KCIC di atas Tol Padaleunyi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Pemkab Bandung Barat akhirnya turun tangan untuk menyelesaikan keluhan warga Kompleks Tipar Silih Asih, RT 4/13, Desa Laksana Mekar, Kecamatan Padalarang yang terdampak blasting Tunnel 11 proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Seperti diketahui, dampak dari blasting yang dilakukan untuk menembus Gunung Bohong itu selama ini sudah berdampak terhadap keretakan sejumlah rumah warga, baik pada bagian dinding maupun bagian lantai.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan, mengatakan, berbagai macam akibat dari proyek strategis nasional ini sudah disampaikan karena selama ini pihaknya kerap menerima aspirasi dari masyarakat.

Baca juga: Pengguna Tol Padaleunyi Bakal Diturunkan di GT Buahbatu dan Moh Toha, Penyebabnya Pekerjaan KCIC

"Saya sudah sampaikan, dan pihak dari KCIC juga sebenarnya terbuka. Mereka juga sudah siap untuk menindaklanjuti," ujarnya di Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Selasa (8/6/2021).

Selain itu, pihaknya juga sudah kembali menanyakan tindak lanjut dalam menangani keluhan warga tersebut, termasuk pihaknya juga akan menanyakan terkait rumah warga yang retak akibat blasting tunnel 11 di Gunung Bohong.

"Kalau masih ada rumah warga yang retak-retak, nanti kita akan komunikasikan. Tapi pada dasarnya sih, pihak KCIC sangat kooperatif," kata Hengky.

Baca juga: Tak Tahan dengan Pengeboman Terowongan KCIC, Warga Tipar Silih Asih Padalarang Geruduk Pengembang

Ia mengatakan, setelah berkomunikasi dengan pihak KCIC, mereka sebetulnya selalu siap untuk membantu korban-korban yang terdampak proyek tersebut.

"Dengan adanya informasi ini (rumah retak), nanti kita juga akan sampaikan juga aspirasi masyarakat, kita siap menjembatani," ucap Hengky.

Diberitakan Tribun Jabar sebelumnya, sejumlah warga Kompleks Tipar Silih Asih, RT 4/13, Desa Laksana Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali terdampak ledakan blasting proyek pembangunan terowongan Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC).

Lokasi pengeboman terowongan tersebut dilakukan di daerah Gunung Bohong yang jaraknya hanya 90 meter dari rumah warga yang berada di RT 4, sehingga mereka juga sangat merasakan getaranya.

Ketua RW 13 Rudianto, mengatakan, akibat ledakan tersebut sebanyak 22 rumah warga yang dulunya sudah retak-retak, kini retakannya menjadi lebih parah karena lokasi pengeboman terowongan itu menjadi lebih dekat.

"Apalagi kemarin pada 31 Mei 2021, ledakannya sampai 11 kali sehari dan itu getarannya sampai terasa, kaca dan barang juga sampai bergetar," ujar Rudianto saat ditemui di rumahnya, Rabu (2/6/2021).

Getaran ledakan yang cukup kencang itu, kata dia, sangat terasa karena selain lokasinya yang sangat dekat, daya ledaknya juga kemungkinan ditambah.

"Jarak antara lokasi pengeboman dengan rumah warga rata-rata 120 meter, kalau yang paling dekat 90 meter," katanya.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved